Kompas.com - 08/07/2018, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi meminta Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle terhadap menteri yang berencana menjadi calon anggota legislatif (caleg).

Ia mengatakan, Presiden sebaiknya mengambil langkah tersebut meskipun ketentuannya belum diatur dalam undang-undang.

"Karena memang ruangnya kan tidak diatur ya soal menteri yang harus mundur sebagai anggota legislatif. Sama kaya kepala daerah. Menteri yang nyalon kepala daerah kan enggak ada aturannya juga harus mundur apa enggak," kata Veri saat ditemui di Kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Baca juga: Mendagri dan KPU Sebut Menteri yang Maju Pileg Cukup Cuti Kampanye

"Jadi menurut saya ya Presiden harus ambil sikap. Masa Presiden kalah sama menterinya," lanjut dia.

Ia menambahkan, jika Presiden tak bersikap tegas nantinya banyak kinerja kementerian yang terganggu lantaran menterinya sibuk berkampanye.

Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi.Fabian Januarius Kuwado Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi.

Menurut Veri, jika sudah ada sikap seperti itu dari Presiden, maka menteri yang akan menjadi caleg dengan sendirinya akan mengundurkan diri.

Baca juga: Mendagri dan KPU Sebut Menteri yang Maju Pileg Cukup Cuti Kampanye

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani sebelumnya mengungkapkan rencana untuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Saat ditanya apakah ia akan mundur dari jabatan menteri dan memilih menjadi Caleg, Puan mengatakan tidak ada aturan yang mewajibkan menteri harus mundur dari jabatannya bila maju sebagai caleg.

"Kan enggak ada aturan yang menyatakan bahwa kemudian harus mundur atau tidak namun tentu saja harus seizin Presiden," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Berencana Jadi Caleg, Puan Tak Akan Mundur dari Menteri

"Kan menteri itu dia membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan. Kalau kemudian menteri dia sibuk nyaleg, sibuk pemenangan, siapa yang akan urus negara ini. Enggak ada nanti," lanjut dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.