Warga Puas Kinerja Petahana di Jabar, Kenapa Deddy Mizwar Kalah?

Kompas.com - 28/06/2018, 17:32 WIB
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar menyapa pendukung sebelum menyampaikan keterangan pers di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Dalam keterangannya Deddy Mizwar mengucapkan selamat kepada Pasangan Calon M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang unggul sementara berdasarkan perhitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASACalon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar menyapa pendukung sebelum menyampaikan keterangan pers di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). Dalam keterangannya Deddy Mizwar mengucapkan selamat kepada Pasangan Calon M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang unggul sementara berdasarkan perhitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil exit poll yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas responden puas dengan kinerja Deddy Mizwar selama menjabat wakil gubernur Jawa Barat.

Dari hasil exit poll yang diambil setelah pemungutan suara pada Rabu (28/6/2018) kemarin, 14 persen responden menyatakan sangat puas dengan kinerja Deddy. Sementara yang menyatakan puas sebesar 57 persen.

Jika ditotal, ada 71 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Deddy Mizwar.

Meski demikian, Deddy Mizwar yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi menelan kekalahan pada Pilkada Jabar 2018. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan, pasangan ini hanya berada di urutan ketiga.

Hasil hitung cepat Litbang Kompas misalnya, menunjukkan Pilgub Jabar dimenangi pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dengan 32,54 persen suara. Pasangan Sudrajat-Syaikhu berada di urutan kedua dengan 29,53 persen.

Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menyusul dibawahnya dengan 25,72 persen. Terakhir, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan berada di posisi juru kunci dengan 12,2 persen.

Baca juga: Keyakinan Deddy Mizwar dan Hasil Hitung Cepat Pilkada Jabar

Peneliti senior Indikator Politik Rizka Halida mengatakan, kepuasan terhadap kinerja petahana Deddy Mizwar secara umum memang tinggi. Akan tetapi, kontestasi pada Pilkada Jabar kali ini lebih banyak ditentukan oleh kampanye dan pengaruh sosial.

"Secara umum, kampanye Ridwan-Uu paling masif dibandingkan paslon lain. Baik melalui televisi, koran, internet, dan kunjungan timses," kata Rizka saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/6/2018).

Selain itu, lanjut Rizka, Ridwan-Uu juga banyak menguasai zona-zona padat penduduk seperti Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Indramayu, Garut, dan Tasik.

Terakhir, Rizka juga menilai suara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi tergerus dan beralih kepada pasangan Sudrajat-Syaikhu karena kedua pasangan memiliki basis pemilih yang beririsan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

Nasional
Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Nasional
Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Nasional
Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Nasional
Mensos Risma Ingin Tangani Pandemi Tanpa Bebani APBN Lebih Banyak Lagi

Mensos Risma Ingin Tangani Pandemi Tanpa Bebani APBN Lebih Banyak Lagi

Nasional
Pemerintah Siapkan Jaminan Keamanan untuk Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua

Pemerintah Siapkan Jaminan Keamanan untuk Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua

Nasional
Soal Tewasnya 6 Laskar FPI, Mahfud: Presiden Sudah Minta Komnas HAM Bekerja

Soal Tewasnya 6 Laskar FPI, Mahfud: Presiden Sudah Minta Komnas HAM Bekerja

Nasional
Perkuat Pertahanan Nasional, Kemhan Ciptakan Kendaraan Khusus Pusat Komando MCCV

Perkuat Pertahanan Nasional, Kemhan Ciptakan Kendaraan Khusus Pusat Komando MCCV

Nasional
Mahfud MD: Jika Ada Bukti Penembakan 6 Laskar FPI Pelanggaran HAM Berat, Sampaikan

Mahfud MD: Jika Ada Bukti Penembakan 6 Laskar FPI Pelanggaran HAM Berat, Sampaikan

Nasional
BPOM: Efikasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebesar 62,1 Persen

BPOM: Efikasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebesar 62,1 Persen

Nasional
KPK Panggil Dirut PT Bhumi Prasaja Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Citra Satelit

KPK Panggil Dirut PT Bhumi Prasaja Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Citra Satelit

Nasional
Geledah 3 Lokasi, KPK Amankan Dokumen Terkait Pengadaan Lahan di Cipayung

Geledah 3 Lokasi, KPK Amankan Dokumen Terkait Pengadaan Lahan di Cipayung

Nasional
BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Nasional
Kutip Komnas Perempuan, Sekjen DPR Sebut Kasus Kekerasan Seksual pada 2020 Naik 6 Persen

Kutip Komnas Perempuan, Sekjen DPR Sebut Kasus Kekerasan Seksual pada 2020 Naik 6 Persen

Nasional
Menko Polhukam: Presiden dan Pemerintah Tak Ikut Campur dalam Penyelidikan Tewasnya 6 Laskar FPI

Menko Polhukam: Presiden dan Pemerintah Tak Ikut Campur dalam Penyelidikan Tewasnya 6 Laskar FPI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X