Kompas.com - 04/06/2018, 19:54 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai wajar mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam momentum tersebut, menurut Muhaimin, SBY adalah orang yang sangat dihormati Gatot. 

“Bagus, artinya pak SBY sesepuh yang harus dihormati,” kata politisi PKB yang akrab disapa Cak Imin saat acara buka puasa bersama di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (4/5/2018).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ketika ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (25/5/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ketika ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (25/5/2018).
Cak Imin mengatakan, Gatot Nurmantyo diangkat menjadi KSAD oleh SBY dan berujung jadi Panglima TNI di era Presiden Joko Widodo.

“Pak SBY adalah presiden 10 tahun, pak Gatot (Nurmantyo) adalah anak buahnya di angkatan darat lama tentu wajarlah cium tangan pak SBY,” kata dia.

Muhaimin yakin cium tangan Gatot bukan politis. Menurut dia, itu murni lantaran Gatot masih merasa anak buah SBY. 

Baca juga: Cium Tangan SBY, Gatot Nurmantyo Merasa seperti Cium Tangan Orangtua Sendiri

“Saya kira karena anak buah saja, anak buah ya tentu wajar,” ucap Cak Imin.

Sebelumnya, Gatot bertemu SBY hadir dalam acara buka puasa bersama di rumah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu (2/6/2018).

Baca juga: Demokrat: Pertemuan SBY dan Gatot Tidak Bahas Poros Ketiga

Gatot tak menampik telah mencium tangan Presiden keenam RI itu. Hal itu terjadi di tengah safari politiknya untuk menjadi calon presiden setelah pensiun dari TNI.

Gatot mengaku mencium tangan SBY lantaran telah menganggap SBY sebagai orangtua sendiri.

Kompas TV Partai Demokrat beranggapan momen Gatot Nurmantyo mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono adalah hal yang baik antara senior dengan junior.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.