Teroris, di Mana Alamat Surgamu? - Kompas.com

Teroris, di Mana Alamat Surgamu?

Kompas.com - 13/05/2018, 10:43 WIB
Anggota polisi berjaga di lokasi lokasi ledakan bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). JUNI KRISWANTO Anggota polisi berjaga di lokasi lokasi ledakan bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).


Jika teroris mencari surga dengan membunuh diri dan membunuh orang lain, di mana sebenarnya alamat surga mereka?

Saya kira, lantaran  mereka mirip drakula pengisap darah, bisa jadi surga mereka adalah di rumah-rumah tua yang pengap, sepengap hati dan pikiran mereka.

Atau, surga mereka berupa goa-goa purba, sepurba akal mereka yang menghalalkan segala cara untuk membunuh buruan mereka?

Atau?...

Ah, entahlah di mana sebenarnya alamat surga mereka.

***

Teroris memang begitu. Jangankan kepada nyawa orang lain, kepada nyawa sendiri mereka juga tak peduli. Kemulyaan mereka adalah tunduk patuh terhadap junjungan  mereka yang bernama "Paham". Paham mereka adalah menjadi penghuni surga, dan jalan menuju surga adalah jika mereka mau dan mampu menyingkirkan mereka yang tak sepaham dengan segala cara, termasuk cara yang paling bengis, menyiksa, dan membunuh, juga membunuh diri.

Tak beradab, memang. Mana ada orang yang memiliki adab menyiksa orang lain seperti binatang, sebuah tindakan yang dilarang dan dibenci oleh para Nabi. Mana ada orang beradab merusak kehidupan orang lain hingga luluh lantak?

Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak. Beradab artinya mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan: telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya.

Maka, mereka yang melakukan tindakan teror dan mereka yang berada di belakangnya sebagai pendukung dan pembela tindakan terorisme sama bedebahnya dengan para teroris itu sendiri.

Maka, sebagai Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, saya pun mengutuk keras tindakan teror yang terjadi  di Gereja Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur, melalui bom bunuh diri.

"Kami lihat kejadian ini terjadi upaya bunuh diri," kata  Kabid Humas Polda Jatim Kombes  Frans Barung di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Menurut Frans, bom meledak di halaman gereja. Ada dua orang dinyatakan meninggal, termasuk pelaku.

Sementara yang terluka ada 13 orang, yakni 2 polisi dan 11 masyarakat yang merupakan umat gereja.

Bom disebut meledak sekitar pukul 07.15 WIB.

Hingga pukul 11.17 WIB, tercatat 9 meninggal dunia dan 40 orang luka-luka.

***

Entah apa yang sesungguhnya mereka kejar dan tuju? Surga? Jangan-jangan surga yang mereka tuju tak sama dengan surga kita sekalian  kendati mereka mengaku seagama dengan kita.

Maklumlah, bukankah agama kita mengajarkan kasih sayang kepada sesama, seperti yang juga diajarkan Allah melalui nabi-Nya? Bismillahirrahmanirrahim.

Bukankah Tuhan mengajarkan kepada mahluknya untuk menebarkan cinta kasih di muka bumi?

Bukankah Yang Maha Hidup mengutuk setiap tindakan bunuh diri dan tentu saja mengutuk tindakan membunuh sesama?

Tapi begitulah, tiap kali terjadi tindakan teror dengan bom atau senjata lainnya, benak saya senantiasa bertanya, di mana sebenarnya alamat surga mereka?

Adakah mereka akan dijemput bidadari berparas elok seperti yang dijanjikan oleh Tuhan?

Akankah mereka menempati Istana yang pada halamannya terhampar taman indah dengan pohonan penuh buah segar dan di bawahnya mengalir dan berkelok sungai madu?

Sebab, tindakan teror dalam segala bentuknya adalah pengingkaran terhadap perjuangan kami di IWO, yang memiliki spirit Membangun Peradaban dan Kemanusiaan, maka haram bagi kami kini dan nanti memberikan panggung kepada mereka yang berniat memecah belah kita sebagai bangsa yang akan berujung pada penghancuran nilai-nilai kemanusiaan kita.

Keterbukaan kami, kesabaran kami, selama ini, ternyata telah dimanfaatkan oleh mereka yang ternyata lebih mementingkan kelompok mereka sendiri yang akan membangun tatanan kehidupan versi mereka yang antitoleransi dan antipersahabatan sesama makhluk.

Cukup sudah pelajaran yang kita dapat dari mereka mengenai kekejaman dan angitoleransi. Kini saatnya kita menutup halaman media kita buat mereka dan mengisinya dengan berita-berita yang menyejukan, berita-berita yang memulyakan kemanusiaan.

Saya tak mau, kelak kawan-kawan kita dari luar negeri takut datang ke sini, sebab ini negeri, kata kawan saya Mba Rayni, mirip negeri uji nyali. Bisa saja, kawan yang berjalan bersama kita mendadak menikam punggung kita.

Tapi, kita sepakat untuk tidak takut, dan mengabarkan nyali kita yang sudah teruji berpuluh kali menghadapi teror seperti ini. Kita juga sepakat, akan mengganyang semua bentuk teror dengan cara yang beradab, dan tegas!

#Kamiberanihidup!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

Megapolitan
Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Internasional
Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

Regional
Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

Megapolitan
Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

Megapolitan
Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

Internasional
Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

Megapolitan
Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

Nasional
Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

Nasional
Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

Nasional
Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

Megapolitan
18 Tahun Berdiri, KY Sudah Usulan Sanksi 657 Hakim

18 Tahun Berdiri, KY Sudah Usulan Sanksi 657 Hakim

Nasional
Close Ads X