MUI: Jangan Terprovokasi Rumor Pasca-Insiden Mako Brimob

Kompas.com - 10/05/2018, 17:15 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi saat memberikan keterangan mengenai sikap MUI terkait rencana aksi unjuk rasa 2 Desember 2016, di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). Kristian ErdiantoWakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi saat memberikan keterangan mengenai sikap MUI terkait rencana aksi unjuk rasa 2 Desember 2016, di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia pasca penanganan kerusuhan di Rutan Mako Bimob, Kelapa Dua, Depok.

''MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi dengan beredarnya berbagai rumor dan berita tersebut," ujar ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Menurut MUI, masyarakat harus menyerahkan sepenuhnya kepercayaan penanganan masalah di Mako Brimob kepada aparat keamanan.

Baca juga : Kepala BNPT: Napi Teroris di Mako Brimob Belum Tersentuh Program Deradikalisasi

MUI meyakini, Polri dan TNI akan mampu mengatasi dan memulihkan keadaan ini secepatnya. Hal ini penting agar tidak ada kekhawatiran masyarakat yang berlebihan pasca insiden di Mako Brimob tersebut.

"Mari kita bersama-sama ikut berdoa dan membantu menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan kecemasan di tengah masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, MUI menyampaikan apresiasi dan perhargaan setinggi-tingginya kepada Polri yang telah berhasil mengatasi situasi rusuh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Baca juga : 145 Napi Teroris Dipindahkan Karena Rutan di Mako Brimob Rusak

Apalagi dalam penanganan peristiwa tersebut, Polri mengedepankan perdekatan yang bersifat persuasif.

MUI mengutuk keras insiden yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua. Seperti diketahui, peristiwa itu telah menimbulkan korban jiwa 5 anggota Kepolisian.

Menurut MUI, tindakan napi terorisme melawan aparat keamanan yang sedang melaksanakan tugas adalah tindakan kejahatan dan kriminal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X