Survei LSI: Demokrat, PKB, dan Gerindra Melonjak jika Calonkan Gatot Nurmantyo

Kompas.com - 08/05/2018, 17:18 WIB
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESJenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok Joko Widodo dan Prabowo Subianto sudah melekat dengan dua partai yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra. Lantaran hal itu, partai lain sulit mengambil insentif elektoral dari keduanya.

Namun, lain cerita dengan Gatot Nurmantyo. Mantan Panglima TNI tersebut belum terasosiasi kuat dengan partai manapun. Begitu hasil survei Lingkaran Survei Indikator ( LSI) Denny JA teranyar.

"Untuk Gatot, ketika kami tanya siapa responden yang akan usung di Pilpres? Sebanyak 90,5 persen menyatakan tidak tahu, tidak jawab,"ujar Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

"Belum ada partai yang terasosiasi kuat dengan Gatot Nurmantyo. Padahal kita tahu ketika capres kuat terasosiasi dengan partai, itu akan menaikkan elektabilitas," sambung dia.


Baca juga : Gatot Nurmantyo Mengaku Telah Bertemu SBY, Prabowo, dan Megawati

Berdasarkan survei LSI Denny JA juga, terlihat adanya dampak bila beberapa partai mencalonkan Gatot Nurmantyo sebagai Capres 2019.

Sebanyak 16,5 persen responden memilih Demokrat bila mencalonkan Gatot Nurmantyo sebagai Capres. Padahal, elektabilitas partai berlambang bintang mercy itu hanya 5,8 persen.

Begitu pula dengan PKB. Sebanyak 15,8 persen responden memilih PKB bila mencalonkan Gatot Nurmantyo. Padahal, sebelumnya hanya 6,2. persen.

Baca juga : Usai Pensiun, Gatot Nurmantyo Akui Sempat Bertemu Jokowi

Bahkan survei LSI Denny JA juga menunjukkan, 19,8 persen responden memilih Gerindra bila mencalonkan Gatot Nurmantyo, naik dari sebelumnya 14,7 persen.

"Tidak hanya pendukung Gatot (yang akan dukung Gerindra) tetapi juga pendukung Prabowo. Sehingga ada dua penggabungan kekuatan," kata Ardian.

Survei LSI Denny JA dilakukan dengan wawancara tatap muka 1.200 responden menggunakan kuesioner pada 28 April - 5 Mei 2018.

Metode pengambilan sampel yakni multistage random sampling. Sementara itu, margin of error plus minus 2,9 persen.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X