Istana: Memilih Presiden adalah Kebebasan, Tak Boleh Ada Intimidasi

Kompas.com - 30/04/2018, 11:41 WIB
Koordinator Staf Khusus Presiden Teten MasdukiFabian Januarius Kuwado Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki menyesalkan adanya intimidasi sebagian kelompok warga saat car free day atau hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

"Mestinya tidak boleh ada upaya intimidasi semacam itu. Kita semua harus bisa menjaga situasi politik menjelang pemilu agar tidak memanas," kata Teten kepada Kompas.com, Senin (30/4/2018).

Sebelumya, rekaman video intimidasi tersebut viral di media sosial.

Tampak sekelompok orang yang mengenakan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden melakukan intimidasi kepada beberapa orang yang mengenakan baju putih bertuliskan #DiaSibukKerja.

(Baca juga: Sejumlah Warga Berkaus dan Topi #2019GantiPresiden Ramaikan CFD Jakarta)

Kaus putih ini digunakan kelompok relawan Jokowi yang sedang melaksanakan kegiatan jalan santai di sana.

Teten mengatakan, harusnya setiap warga yang mempunyai pilihan presiden berbeda tidak boleh mengganggu satu sama lain.

"Pilihan terhadap presiden pada 2019 itu adalah kebebasan semua orang. Pro dan kontra terhadap pemerintah suatu hal biasa," kata dia.

(Baca juga: Projo: Tahan Diri dan Bijak Sikapi Intimidasi di "Car Free Day")

Teten mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak mungkin membuat semua orang merasa puas terhadap kinerja pemerintahan.

Apalagi, banyak sekali tuntutan masyarakat yang secara bersamaan harus direspons  pemerintah.

"Meskipun data survei Kompas kepuasan terhadap pemerintah terus membaik," sambung dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X