Menurut Menhub, Mantan Dirjen Hubla Khilaf Terima Uang Ucapan Terima Kasih

Kompas.com - 28/03/2018, 13:47 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi mantan Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi mantan Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan prihatin atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.

Menurut Budi, mantan bawahannya itu khilaf hingga mau menerima uang dari kontraktor yang menjadi rekanan Kemenhub.

Hal itu dikatakan Budi Karya saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (28/3/2018). Dia bersaksi untuk terdakwa Tonny Budiono.

Baca juga : Menhub Budi Karya Jadi Saksi Sidang Mantan Dirjen Hubla

"Kalau saya lihat, ini ada khilaf terdakwa. Dari hasil diskusi dan analisis, itu adalah ucapan terima kasih, karena diberikan setelah diberikan pekerjaan," ujar Budi Karya kepada majelis hakim.

Menurut Budi, ia mengenal Tonny sebagai pegawai yang tegas dan berkompeten. Ia pernah bersama-sama Tonny memberantas pungli di kawasan pelabuhan.

Budi tidak menyangka anak buahnya tersebut ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Kepada Hakim, Menhub Budi Karya Akui Lengah Antisipasi Korupsi

Pada akhirnya, Budi mengetahui bahwa Tonny menerima suap dari Komisaris PT Adiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. 

Uang diberikan sebagai imbalan, karena perusahaan itu dimenangkan dalam lelang proyek pengerukan di pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

"Terdakwa saya nilai berkompeten dan tegas dalam melakukan roda organisasi," kata Budi.

Kompas TV Sebelumnya, mantan dirjen perhubungan laut Kemenhub Antonius Tony Budiono mengaku memberi uang ratusan juta ke Paspamres.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.