Diduga Terlibat Penerimaan Uang, Pengacara Rita Diminta Hakim ke Luar Ruang Sidang - Kompas.com

Diduga Terlibat Penerimaan Uang, Pengacara Rita Diminta Hakim ke Luar Ruang Sidang

Kompas.com - 27/03/2018, 15:46 WIB
Pengacara Bupati Kukar Rita Widyasari, Noval El Farveisa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/3/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Pengacara Bupati Kukar Rita Widyasari, Noval El Farveisa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Noval El Farveisa, diperintahkan majelis hakim untuk ke luar ruang sidang.

Noval tidak dapat mendampingi Rita selama persidangan, karena dia akan dihadirkan oleh jaksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Supaya kesaksiannya tidak saling berhubungan dengan saksi lain dan dapat dipertanggungjawabkan, maka saudara Noval tidak dapat duduk di kursi pengacara. Silahkan ke luar ruang sidang," ujar ketua majelis hakim Sugianto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/3/2018).

(Baca juga : Saksi Akui Ada Bungkusan Berisi Uang untuk Bupati Kukar Rita Widyasari)

Awalnya, permintaan agar Noval meninggalkan ruang sidang disampaikan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Burhanudin.

Menurut jaksa, berdasarkan keterangan saksi lain, Noval terkait dalam salah satu penerimaan uang Rita Widyasari.

Sebelumnya, saksi Hanny Kristianto menyebut bahwa Noval menerima uang Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun.

Uang itu terkait pembelian rumah Noval oleh Rita Widyasari.

(Baca juga : Menurut Saksi, Ada Pemberian Rp 5 Miliar untuk Bebaskan Ayah Rita Widyasari dari KPK)

Noval sempat menolak ke luar ruang sidang. Sebab, menurut dia, ketentuan dalam Pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak melarang seorang pengacara untuk mendampingi terdakwa.

Namun, ketua majelis hakim tetap melarang Noval duduk di dalam ruang sidang. Setelah diberikan penjelasan oleh hakim, Noval akhirnya meninggalkan ruang sidang.

Kompas TV Bupati Kutai Kartanegara non aktif menjalan sidang dakwaan atas kasus dugaan suap di Pengadilan Tipikor Jakarta.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

Megapolitan
Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

Regional
Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

Nasional
Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

Regional
Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

Internasional
Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Nasional
Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

Internasional
Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

Internasional
Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

Megapolitan
'Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu'

"Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu"

Regional
[HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

[HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

Megapolitan
Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

Nasional
JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

Regional
Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

Internasional
Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi 'Gimmick' untuk Dongkrak Suara

Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi "Gimmick" untuk Dongkrak Suara

Nasional

Close Ads X