Potensi Pelanggaran Tinggi, Anak Muda Diajak Awasi 212 Calon Petahana

Kompas.com - 24/03/2018, 18:21 WIB
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Maharddhika ketika ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRPeneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Maharddhika ketika ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).
Penulis Moh Nadlir
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem) Maharddhika mengajak anak muda mengawal calon kepala daerah berstatus petahana dalam Pilkada Serentak 2018.

Alasannya, kata Maharddhika, para calon kepala daerah petahana itu punya potensi lebih besar melakukan pelanggaran demi memuluskan jalannya kembali duduk sebagai kepala daerah.

"Karena dia punya kewenangan lebih besar daripada calon lainnya untuk menggerakkan perangkat (pemerintahan) di bawahnya," kata Maharddhika dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Maharddhika membeberkan, pada Pilkada 2018 total ada 212 calon kepala daerah petahana.

(Baca juga: Petahana Maju Pilkada, Ratusan Daerah Dinilai Rawan Korupsi)

Rinciannya, terdiri dari enam calon gubernur, sembilan calon wakil gubernur,  empat calon wali kota, 23 calon wakil wali kota, 86 calon bupati, dan 54 calon wakil bupati.

" Petahana ini enggak cuma di daerah yang sama, tapi ada juga yang pindah daerah. Ada yang dari bupati naik jadi gubernur," kata Maharddhika.

Ia menambahkan, sejauh ini para calon kepala daerah petahana itu sudah tercium gelagatnya melakukan pelanggaran dengan menggerakkan perangkat pemerintahan di daerah yang dipimpinnya.

"Mereka punya potensi pelanggaran dengan menggerakkan perangkat di bawahnya. Ini sudah kelihatan di daerah-daerah yang dia pimpin," ucap Maharddhika.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X