Wapres: Pemerintah Sudah Usahakan Banyak Hal untuk Bebaskan Misrin

Kompas.com - 20/03/2018, 18:32 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/3/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, Pemerintah Indonesia sudah berupaya keras membela tenaga kerja Indonesia bernama Muhammad Zaini Misrin yang terjerat kasus pembunuhan di Arab Saudi.

Namun, hukum Arab Saudi tak memberikan celah terhadap upaya tersebut. Kemudian, Misrin tetap dieksekusi mati, tanpa notifikasi ke Pemerintah Indonesia.

"Pemerintah sudah mengusahakan banyak hal. Puluhan pertemuan diadakan membahas ini. Tapi karena dia (terjerat kasus) pembunuhan, enggak bisa," ujar Kalla saat dijumpai di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

"Di sana, pembunuh hanya bisa (bebas) jika dimaafkan oleh keluarga. Kalau keluarga enggak mau memaafkannya, ya enggak bisa. Itu mungkin tidak kita pahami, tapi itulah hukum di sana," kata Kalla.


(Baca juga: Pesan Terakhir Zaini, TKI yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi)

Pemerintah Arab Saudi, lanjut Kalla, sempat mempertimbangkan membayar diyat atausanksi denda untuk diberikan kepada keluarga korban. Artinya, Misrin diharapkan dapat bebas dari tuduhan asalkan membayar uang dalam jumlah tertentu kepada keluarga korban.

"Dalam kasus ini, (keluarga) tidak mau. Mungkin (korban) dari keluarga berada. Jadi (uang) tidak menjadi persoalan. Mungkin mereka sudah marah bapaknya terbunuh," ujar Kalla.

Kalla pun memastikan, upaya Pemerintah Indonesia membela warga negaranya yang berhadapan dengan hukum di Arab Saudi tidak akan kendur.

(Baca juga: Indonesia Sayangkan Eksekusi Mati TKI di Arab Saudi Tanpa Notifikasi)

Mulai dari level diplomat hingga kepala negara, lanjut Kalla, pasti akan terus melobi Arab Saudi untuk membebaskan warga negara Indonesia yang berhadapan dengan hukum.

"Langkah pemerintah tetap membelanya. Seperti yang tadi saya katakan, kedutaan kita atau lembaga di sana, itu membela, termasuk Presiden berbicara dengan Raja Salman. Jadi sudah cukup tinggi (diplomasinya)," ujar Kalla.

Misrin dituduh membunuh majikannya di Kota Mekkah pada 2004 silam. Presiden Jokowi sempat meminta bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana yang menjerat WNI tersebut.

Namun, akhirnya segala upaya diplomasi gagal, setelah pada Minggu (18/3/2018) lalu, otoritas Arab Saudi mengeksekusi mati Misrin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Nasional
Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Nasional
ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional
Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Nasional
Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

Nasional
Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Nasional
Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Nasional
Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Nasional
Rakernas V PAN Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

Rakernas V PAN Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

Nasional
Politisi Hanura: Kok Jubir Hanya Tersenyum Rocky Gerung Lecehkan Presiden

Politisi Hanura: Kok Jubir Hanya Tersenyum Rocky Gerung Lecehkan Presiden

Nasional
Rakernas V PAN Ditutup, 9 Daerah Ini jadi Calon Tuan Rumah Kongres

Rakernas V PAN Ditutup, 9 Daerah Ini jadi Calon Tuan Rumah Kongres

Nasional
Zulkifli Hasan Minta Kader PAN Tak Gontok-gontokan di Kongres Pemilihan Ketua Umum

Zulkifli Hasan Minta Kader PAN Tak Gontok-gontokan di Kongres Pemilihan Ketua Umum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X