Jokowi Sudah Bertemu Kapolri, Tanya Kelanjutan Kasus Novel

Kompas.com - 20/03/2018, 15:17 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi pondok pesantren An Nawawi di Balaraja, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo mengunjungi pondok pesantren An Nawawi di Balaraja, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo sudah kembali memanggil Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menanyakan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

"Beberapa waktu lalu lah saya lihat Pak Kapolri sudah bertemu dengan Presiden," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

"Saya yakin Pak kapolri sudah melaporkan apa yang terjadi atau apa progress report penyidikan dan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel ini," tambah dia.

(Baca juga: Terkait Tim Pemantau Kasus Novel, Polri Minta Jangan Sentuh Teknis Penyidikan)

Meski demikian, Johan belum bisa memastikan apakah hasil pertemuan antara Jokowi dan Kapolri tersebut. Termasuk apakah Presiden Jokowi memutuskan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) atau tidak.

"Apa kah ada keputusan soal TGPF atau tidak oleh Pak Presiden, saya mohon waktu dulu. Nanti saya konfirmasi lagi apa hasil pertemuan beberapa waktu lalu," kata Johan.

Presiden sebelumnya menyatakan, masih percaya Polri bisa mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

(Baca juga: Tim Pemantauan Kasus Novel Diharapkan Bisa Dorong Pembentukan TGPF)

 

Oleh karena itu, Jokowi akan terus mengejar Kapolri untuk terus mengusut kasus ini dan menemukan pelaku yang menyiramkan air keras ke wajah Novel.

"Saya akan terus kejar Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Akan kami kejar terus Polri," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Saat ditanya mengenai desakan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kasus ini, Jokowi tidak menjawab secara tegas. Presiden hanya menegaskan bahwa akan diambil langkah lain jika Polri sudah menyerah.

"Kalau Polri sudah gini (Jokowi membuat gestur angkat tangan), baru ke step yang lain," kata Jokowi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Minta Kepala Daerah Bagikan Masker Secara Masif

Mendagri Minta Kepala Daerah Bagikan Masker Secara Masif

Nasional
Mendagri Ajak Kepala Daerah Bangkit Bersama Tangani Covid-19 serta Dampaknya

Mendagri Ajak Kepala Daerah Bangkit Bersama Tangani Covid-19 serta Dampaknya

Nasional
BNPB Minta Pemda Gunakan Kearifan Lokal Demi Cegah Covid-19

BNPB Minta Pemda Gunakan Kearifan Lokal Demi Cegah Covid-19

Nasional
Ditjen Pemasyarakatan Telusuri Kebobrokan Rutan Salemba yang Diungkap Surya Anta

Ditjen Pemasyarakatan Telusuri Kebobrokan Rutan Salemba yang Diungkap Surya Anta

Nasional
Cerita Surya Anta di Penjara: Dipalak Hingga Bebas Jual Beli Sabu...

Cerita Surya Anta di Penjara: Dipalak Hingga Bebas Jual Beli Sabu...

Nasional
Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Berlaku untuk Semua RS

Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Berlaku untuk Semua RS

Nasional
Jaksa Agung: Kejaksaan Tuntaskan 95.000 Kali Sidang Daring

Jaksa Agung: Kejaksaan Tuntaskan 95.000 Kali Sidang Daring

Nasional
Mendagri Larang Petahana Cantumkan Identitas di Kemasan Bansos

Mendagri Larang Petahana Cantumkan Identitas di Kemasan Bansos

Nasional
Doni Monardo: Presiden Ingatkan Pendidikan Berbasis Asrama Waspada Covid-19

Doni Monardo: Presiden Ingatkan Pendidikan Berbasis Asrama Waspada Covid-19

Nasional
Rapat Bareng Komisi III, Dirjen Imigrasi Beberkan Alur Orang Masuk Indonesia

Rapat Bareng Komisi III, Dirjen Imigrasi Beberkan Alur Orang Masuk Indonesia

Nasional
Kemenkes: Bukan Harga Eceran Alat, Rp 150.000 Tarif Pemeriksaan Rapid Test

Kemenkes: Bukan Harga Eceran Alat, Rp 150.000 Tarif Pemeriksaan Rapid Test

Nasional
Istilah New Normal Salah, Menko PMK Minta Tak Diributkan

Istilah New Normal Salah, Menko PMK Minta Tak Diributkan

Nasional
Dirjen Imigrasi Akui Tak Semua Perbatasan Indonesia Ada Pos Pemeriksaan

Dirjen Imigrasi Akui Tak Semua Perbatasan Indonesia Ada Pos Pemeriksaan

Nasional
Dibanding New Normal, Ahli Sarankan Pemerintah Sosialisasikan Ini...

Dibanding New Normal, Ahli Sarankan Pemerintah Sosialisasikan Ini...

Nasional
Diksi 'New Normal' Salah, Pemerintah Disarankan Pakai Istilah yang Dimengerti Publik

Diksi "New Normal" Salah, Pemerintah Disarankan Pakai Istilah yang Dimengerti Publik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X