Dapat Nomor 9, Perindo Rebut Angka Incaran Partai Demokrat

Kompas.com - 18/02/2018, 21:37 WIB
Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo (ketiga dari kiri) menunjukkan nomor urut 9 saat Pengambilan Nomor Urut Partai Politik untuk Pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018). Empatbelas partai politik (parpol) nasional dan empat partai politik lokal Aceh lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2019. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOKetua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo (ketiga dari kiri) menunjukkan nomor urut 9 saat Pengambilan Nomor Urut Partai Politik untuk Pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018). Empatbelas partai politik (parpol) nasional dan empat partai politik lokal Aceh lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat gagal memeroleh nomor urut 9 sebagaimana yang menjadi incarannya. Partai berlambang bintang itu justru mendapat nomor urut 14 sebagai peserta pemilu.

Sementara itu nomor urut 9 malah didapat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang diketuai Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Hary Tanoe, sapaannya, langsung menghadiri sekaligus mengambil nomor urut peserta pemilu mewakili partainya.

Sedangkan pengambilan nomor urut peserta pemilu Demokrat dilakukan oleh dua putra Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Baca juga : Catat, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019!

Agus menghadiri rapat pleno penetapan nomor urut partai peserta pemilu sekaligus mengambil nomor selaku Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Partai Demokrat.

"Nomor 14 Partai Demokrat," sebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat menyampaikan berita acara rapat pleno di ruang sidang utama KPU, Jakarta, Minggu (18/2/2018).

"Demokrat, Demokrat," teriak Agus saat mengdengar nomor urut partainya disebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, partainya mengincar nomor 9 sebagai nomor urut dalam Pemilu 2019. Nomor urut tersebut akan diundi dan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (18/2/2018) malam.

Baca juga : Partai Demokrat Incar Nomor Urut 9 untuk Pemilu 2019

"Kalau teman-teman kita ngobrol itu inginnya nomor 9," ujar Hinca di di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Hinca mengatakan, 9 merupakan angka spesial bagi Partai Demokrat. Ada ikatan kuat antara partainya dengan angka tersebut. Salah satunya karena Demokrat didirikan pada 9 September 2001.

"Partai ini juga lahir diangka-angka 9 lah. Angka-angka 9 itu dekat-dekat sama Demokrat," kata Hinca.

Kompas TV Tidak hanya pilkada serentak 2018, AHY juga diberi tugas kogasma untuk pemenangan pemilu 2019.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Nasional
Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk 'Motoran'

Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk "Motoran"

Nasional
Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Nasional
Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Nasional
Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Nasional
Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Nasional
Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Nasional
Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Nasional
Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Nasional
UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

Nasional
KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

Nasional
Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Nasional
UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

Nasional
'Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk'

"Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk"

Nasional
DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.