Saat Putra Penguasa Orba, Tommy Soeharto Kembali Eksis di Panggung Politik...

Kompas.com - 18/02/2018, 20:21 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto (ketiga dari kiri) menunjukkan nomor urut 7 saat Pengambilan Nomor Urut Partai Politik untuk Pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018). Empatbelas partai politik (parpol) nasional dan empat partai politik lokal Aceh lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2019. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOKetua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto (ketiga dari kiri) menunjukkan nomor urut 7 saat Pengambilan Nomor Urut Partai Politik untuk Pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018). Empatbelas partai politik (parpol) nasional dan empat partai politik lokal Aceh lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua petinggi partai politik menghadiri langsung pengundian nomor urut partai peserta pemilu 2019, tak terkecuali putra Presiden kedua RI Soeharto, Tommy Soeharto, selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya.

Pemilik nama lengkap Hutomo Mandala Putra itu tiba di Gedung KPU sekitar pukul 19.10 WIB. Tommy pun harus berjejalan menembus lautan massa yang sedari tadi telah membanjiri jalan di depan Gedung KPU.

Kedatangan Tommy pun langsung disambut oleh pengurus Partai Baerkarya yang telah menunggunya. Sebelum Tommy, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto lebih dulu tiba di sana.

Baca juga : Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Daftar Pemilu 2019

Nampak pula keakraban para pengurus Partai Berkarya dengan Airlangga. Mereka tampak bersalaman dan bercengkrama menunggu kedatangan Tommy. Namun, Airlangga tak turut menyalami Tommy sebab ia lebih dulu memasuki ruang sidang utama KPU.

Tommy yang berhasil menerobos lautan massa langsung disambut para wartawan yang telah menantinya. Namun ia menolak menjawab saat ditanya berapa target suara dan kursi yang akan diraihnya pada pemilu 2019.

"Nanti aja ya. Nanti aja ya. Ini waktunya udah mepet. Nanti aja. Intinya kami akan berbakti kepada bangsa dan negara," jawan Tommy sembari bergegas masuk menembus kerumunan wartawan.

Untuk diketahui, ini adalah pertama kalinya Partai Berkarya mengikuti pemilu. Partai ini didirikan pada Juli 2016 dan disahkan pemerintah pada bulan Oktober 2016. Partai Berkarya merupakan fusi dari dua partai yakni Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya.

Partai ini menonjolkan sosok Tommy Soeharto sebagai salah satu bakal capres pada tahun 2019. Atas dorongan partai ini, Tommy belum menjawab kesediannya.

Pada tahap verifikasi faktual di tingkat pusat, Partai Berkarya sempat dinyatakan tidak lolos akibat bendahara umumnya tidak hadir. Namun, setelah KPU mendatangi RS Abdi Waluyo, tempat bendahara umum Partai Berkarya dirawat karena sakit, partai itu dinyatakan lolos memenuhi syarat.

Sementara itu, Tommy sebelum masuk ke Partai Berkarya sudah terlebih dulu masuk ke Partai Golkar yang dulu dipimpin ayahnya. Dia pernah masuk dalam bursa ketum Partai Golkar di tahun 2009, namun gagal.

Setelah itu, nama Tommy terlihat tak terlalu aktif terlibat di internal partai yang menjadi mesin utama kekuasaan Orde Baru itu. Setelah lama tidak aktif, Tommy pun memilih hengkang dan bergabung ke Partai Berkarya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes 'Swab'

Lindungi Tenaga Medis, UI Kembangkan Bilik Tes "Swab"

Nasional
Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Jubir Pemerintah: Upaya Penemuan Vaksin Covid-19 Belum Berhasil

Nasional
Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Profil Iman Brotoseno, Sutradara Film yang Jadi Dirut TVRI Gantikan Helmy Yahya

Nasional
UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Mei: 415 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi, hingga 27 Pasien Meninggal

Nasional
Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Saat Pemerintah Persiapkan Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Mahfud Dapat Meme 'Corona is Like Your Wife' dari Luhut, Apa Artinya?

Mahfud Dapat Meme "Corona is Like Your Wife" dari Luhut, Apa Artinya?

Nasional
Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Ini Indikator Daerah Siap Terapkan New Normal Menurut Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Siapkan 2 Menara di Wisma Karantina Pademangan

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Siapkan 2 Menara di Wisma Karantina Pademangan

Nasional
Mahfud MD: Kematian akibat Kecelakaan Lalu Lintas 9 Kali Lebih Banyak dari Corona

Mahfud MD: Kematian akibat Kecelakaan Lalu Lintas 9 Kali Lebih Banyak dari Corona

Nasional
Cegah Covid-19, Mesir Tak Gelar Shalat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

Cegah Covid-19, Mesir Tak Gelar Shalat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

Nasional
Kasus Covid-19 Turun 5 Hari Berturut-turut, Puncak Pandemi Sudah Lewat?

Kasus Covid-19 Turun 5 Hari Berturut-turut, Puncak Pandemi Sudah Lewat?

Nasional
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Jadi Dirut TVRI

Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Jadi Dirut TVRI

Nasional
Dewas Akan Lantik Dirut PAW TVRI, Komite Penyelamat: Langgar Aturan dan Etika

Dewas Akan Lantik Dirut PAW TVRI, Komite Penyelamat: Langgar Aturan dan Etika

Nasional
Mal di Bekasi Diizinkan Beroperasi, Ridwan Kamil: Bukan Pelonggaran PSBB, tapi Adaptasi

Mal di Bekasi Diizinkan Beroperasi, Ridwan Kamil: Bukan Pelonggaran PSBB, tapi Adaptasi

Nasional
KPU Prediksi Biaya Pilkada 2020 Meningkat jika Digelar di Masa Pandemi

KPU Prediksi Biaya Pilkada 2020 Meningkat jika Digelar di Masa Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X