Kompas.com - 04/01/2018, 18:42 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (30/10/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menceritakan adanya tawaran untuk dirinya maju pada Pilkada Jawa Tengah 2018.

Tjahjo tak membeberkan tawaran tersebut berasal dari siapa.

"Kemarin ditawari, mau pulang kampung enggak pak Mendagri? Saya tanya, maksudnya pulang kampung apa? Mau nyalon gubenur Jateng enggak?," ujar Tjahjo di Auditorium TMPNU Kalibata, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sayangnya, tawaran untuk menjadi kepala daerah di tanah kelahirannya tersebut pun langsung ditolak mentah-mentah oleh Tjahjo.

"Waduh enggak," tegas politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Tak cuma itu, ia juga sempat ditawari kembali maju sebagai anggota DPR RI pada Pileg 2019 mendatang.

"Mau nyalon DPR lagi enggak?," kata Tjahjo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga : PDI-P Sebut Pilkada Jateng Menarik karena Diramaikan Sekelas Menteri, Panglima dan Jenderal Polisi)

Lagi-lagi Tjahjo langsung menolak tawaran tersebut. Alasannya, karena ia pernah duduk sebagai wakil rakyat kurang lebih 30 tahun lamanya.

"Enggak, saya sudah memecahkan rekor MURI. Sudah 30 tahun jadi anggota DPR. Mulai gaji pertama anggota DPR Rp 9.000.800 per bulan. Lalu pensiun oktober 2014 dan diangkat jadi Menteri," ucap dia.

"Gaji saya (ketika itu) sudah diatas Rp 250 juta. Sekarang (gaji anggota DPR) enggak tahu, pasti (sudah) naik. Begitu jadi Menteri, tanya Bu Mensos (gaji) Rp 20 juta ya kita terima," tambahnya.

Tjahjo juga menyinggung soal rencana Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang akan maju dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Ia menghormati keputusan rekan kerjanya di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tersebut.

"Itu pilihan politik, kalau saya sudah enggak," terang dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPATK: Kasus Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio Cederai Integritas Pejabat dan Sistem Keuangan

PPATK: Kasus Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio Cederai Integritas Pejabat dan Sistem Keuangan

Nasional
PPATK Bakal Laporkan Hasil Analisis Kasus Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio ke Kapolri

PPATK Bakal Laporkan Hasil Analisis Kasus Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio ke Kapolri

Nasional
316.554 Orang Pelamar Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham

316.554 Orang Pelamar Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham

Nasional
KY Wawancara 5 Calon Hakim Agung Hari Ini, Salah Satunya Hakim yang Bebaskan Muchdi Pr

KY Wawancara 5 Calon Hakim Agung Hari Ini, Salah Satunya Hakim yang Bebaskan Muchdi Pr

Nasional
Sejumlah Daerah Kekurangan Stok Vaksin Covid-19, Satgas: Prioritas untuk yang Rentan

Sejumlah Daerah Kekurangan Stok Vaksin Covid-19, Satgas: Prioritas untuk yang Rentan

Nasional
Covid-19 di Sumatera-Kalimantan Naik, Satgas: Pemda dan Warga Lengah

Covid-19 di Sumatera-Kalimantan Naik, Satgas: Pemda dan Warga Lengah

Nasional
Satgas: Menurut WHO, Vaksinasi Covid-19 Tak Sebabkan Mutasi Varian Baru Virus Corona

Satgas: Menurut WHO, Vaksinasi Covid-19 Tak Sebabkan Mutasi Varian Baru Virus Corona

Nasional
3,4 Juta Kasus Covid-19 di RI, Lonjakan Masih Terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

3,4 Juta Kasus Covid-19 di RI, Lonjakan Masih Terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

Nasional
Satgas: Pernyataan Vaksin-Covid-19 Picu Varian Baru Corona Tidak Benar

Satgas: Pernyataan Vaksin-Covid-19 Picu Varian Baru Corona Tidak Benar

Nasional
Kepala PPATK Sebut Belum Ada Transaksi Rp 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio

Kepala PPATK Sebut Belum Ada Transaksi Rp 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio

Nasional
[POPULER NASIONAL] Wilayah PPKM Level 4 di Jawa-Bali | Aturan PPKM Level 4 di Jawa-Bali

[POPULER NASIONAL] Wilayah PPKM Level 4 di Jawa-Bali | Aturan PPKM Level 4 di Jawa-Bali

Nasional
Eks Pejabat Kementerian Agama Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Pengadaan Laboratorium Komputer

Eks Pejabat Kementerian Agama Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Pengadaan Laboratorium Komputer

Nasional
KPK Awasi Proyek Pengadaan Laptop untuk Pelajar

KPK Awasi Proyek Pengadaan Laptop untuk Pelajar

Nasional
Dua Eks Pejabat BPN Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya

Dua Eks Pejabat BPN Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya

Nasional
Satgas: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Nasional Turun Jadi 61,95 Persen, 16 Provinsi Masih Tinggi

Satgas: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Nasional Turun Jadi 61,95 Persen, 16 Provinsi Masih Tinggi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X