Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Selamat Jalan Bondan Winarno

Kompas.com - 29/11/2017, 14:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnu Nugroho

Beberapa saat setelah lebaran yang lalu, saya menyempatkan diri dengan isteri mengunjungi Bondan di rumahnya di Ubud.

Saya dengan beberapa teman yang sempat latihan terjun di Margahayu bersama isteri masing-masing berjumpa Bondan dan keluarga.

Bernostalgia sambil santap malam bersama, bercanda ria yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan.

Membahas banyak hal yang sangat santai dan tidak berkisar jauh dari masalah makanan dan kesehatan di usia senja.

Pertemuan yang benar-benar sangat menyenangkan di atmosfer kawasan Ubud yang penuh dengan kedamaian dan persahabatan.

Pagi tadi, saya menerima berita duka yang mengabarkan Bondan telah berpulang.

Baca juga : Bondan Winarno Meninggal Dunia karena Gagal Jantung

Saya sangat terkejut, karena pada pertemuan terakhir di bulan Oktober itu, walau dengan badan yang agak kurus, ia masih terlihat tetap memancarkan semangat yang tinggi untuk menjalani pasca perawatan kelainan jantungnya di Rumah Sakit Harapan Kita.

Air mukanya memancarkan aura positif yang optimis untuk dapat segera sembuh sehat wal afiat kembali.

Selamat Jalan sahabatku Bondan Winarno.

Banyak sekali yang ingin saya tuliskan tentang Bondan sang Pramuka, wartawan kawakan, namun rasa sedih kehilangan sahabat saat ini seolah membuat saya tidak mampu memilih tentang apa dan mana saja yang akan saya tuliskan sekarang ini sebagai rasa turut berduka cita yang mendalam.

 

Hidup damai

Beberapa waktu lalu, kami dikejutkan saat Bondan memilih meninggalkan grup whatsapp dari para penulis buku di Penerbit Buku Kompas. Ternyata Bondan tidak hanya left dari grup PBK akan tetapi juga beberapa grup lain yang selama ini diikutinya.

Perkembangan situasi dan kondisi yang begitu tajam belakangan ini telah membuat Bondan menyepi. Sebuah perkembangan yang menyedihkan tentunya.

Salah satu pesan whatsapp terakhir saat meninggalkan grup sangat sangat menyentuh hati dan bahkan saya merasa terwakili oleh kalimatnya itu:

“Ya, itulah sebabnya saya tidak merasa perlu untuk mengoreksi apa yang terjadi. Lebih baik saya mundur diam-diam. Bukan masalah mereka kok. Saya yang bermasalah. Saya hanya ingin hidup peaceful

Rest in Peace, sahabatku, sahabat banyak orang.

Selamat Jalan Bondan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com