Kompas.com - 17/11/2017, 08:01 WIB
Dokter KPK, dr Johannes Hutabarat, mendatangi Rumah Sakit Medika Permata Hijau, tempat Setya Nobanto dirawat Kompas.com/Rakhmat Nur HakimDokter KPK, dr Johannes Hutabarat, mendatangi Rumah Sakit Medika Permata Hijau, tempat Setya Nobanto dirawat
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dr Johannes Hutabarat, menyambangi Ketua DPR Setya Novanto yang tengah dirawat di Rimah Sakit Medika Permata Hijau, Jumat (17/11/2017). 

Dia sempat memasuki ruangan tempat Setya Novanto dirawat, sekitar pukul 07.20 WIB.

Tak berselang lama, dr Johannes berbincang dengan dokter yang merawat Novanto, Dr H Bimanesh Sutarjo SpPD, di ruang Komite Medik di lantai 3.

Belum diketahui apa yang dibincangkan oleh keduanya. Saat ditanya awak media yang menunggu di depan ruangan Novanto dirawat, mereka hanya berjalan melewati wartawan yang mengejar mereka.

(Baca juga: Penyidik KPK Temui Dokter yang Merawat Setya Novanto)

Setelah menginap di lantai 3 Rumah Sakit Medika Permata Hijau, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi baru dapat menemui dokter yang merawat Ketua DPR Setya Novanto pada Jumat (17/11/2017) pagi, sekitar pukul 06.10 WIB.

Tiga penyidik terlihat masuk ke ruang Komite Medik bersama Dr H Bimanesh Sutarjo SpPD. Para penyidik tidak memberikan penyataan sedikit pun kepada wartawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X