TNI Tangkap Kapal Vietnam Bermuatan Dua Palka Penuh Ikan di Natuna

Kompas.com - 14/11/2017, 09:27 WIB
Kapal-kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan di perairan Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Penenggelaman itu dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWAKapal-kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan di perairan Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Penenggelaman itu dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Personel TNI dari Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar) menangkap kapal Vietnam dengan muatan dua palka penuh ikan di perairan Natuna.

Kepala Dinas Penerangan Armabar Letkol Laut Agung Nugroho mengatakan, awalnya, personel TNI sedang melaksanakan Operasi Samakta Udhaya dengan menggunakan KRI Tjiptadi-381.

"Kemudian KRI mendeteksi adanya kontak kapal asing yang berhenti atau mengapung di perairan teritorial Indonesia," ujar Agung dalam pesan singkat, Selasa (14/11/2017).

Personel TNI sempat memastikan apakah kapal berbendera Vietnam itu mengalami kerusakan atau tidak. Sebab, berdasarkan peraturan berlaku, kapal dilarang berhenti atau mengapung di perairan teritorial Indonesia kecuali terjadi kerusakan atau force major.


"Tim kemudian bergerak cepat mendekati kapal dan melakukan prosedur 'jarkaplid' alias pengejaran, penangkapan dan penyelidikan," ujar Agung.

(Baca juga: Dalam Sepekan, 7 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Perairan Natuna)

Setelah seisi kapal digeledah dan ABK serta nahkoda diperiksa, tim pun menemukan sejumlah pelanggaran.

Pertama, kapal itu tidak dilengkapi surat dan dokumen. Kedua, tim juga menemukan ratusan kilogram ikan segar dalam dua palka di kapal itu.

Tim menduga kuat ikan itu dicuri dari perairan Indonesia. Tim juga menemukan jaring ikan di atas geladak kapal.

"Berdasarkan pemeriksaan, kapal itu melanggar batas wilayah dan telah melakukan pencurian ikan di perairan Natuna. Kapal beserta isi-isinya kami bawa ke Lanal Ranai untuk penyidikan," ujar Agung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Nasional
Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Nasional
Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Nasional
30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

Nasional
Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Nasional
Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Nasional
ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional
Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Nasional
Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

Nasional
Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Nasional
Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Nasional
Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X