Kasus Guru Pukul Siswa di Pangkal Pinang Berujung Damai

Kompas.com - 06/11/2017, 16:50 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto angkat bicara soal rencana kepulangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hal itu diungkapkan Rikwanto saat ditemui di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).  KOMPAS.com/ MOH NADLIR Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto angkat bicara soal rencana kepulangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hal itu diungkapkan Rikwanto saat ditemui di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Permasalahan yang terjadi antara guru bernama Muin dan murid bernama Rama Haryanto di SMP Negeri 10 Pangkal Pinang telah diselesaikan secara damai.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengatakan, kedua pihak sepakat untuk berdamai pada 16 Oktober 2017.

"Dilakukan pertemuan antara orangtua murid Rama, guru Muin, kepala sekolah, Disdikbud Pangkal Pinang, dan pengurus sekolah yang ditindaklanjuti dengan membuat surat perjanjian damai," ujar Rikwanto melalui keterangan tertulis, Senin (6/11/2017).

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa pelaku, korban, dan saksi.

Baca: Kepala SMP 10 Pangkal Pinang Bantah Video Pemukulan Siswa oleh Guru

Dari pemeriksaan itu diketahui bahwa pemukulan terjadi pada 11 Oktober 2017. Pemukulan terjadi di belakang luar kelas 8B.

Potongan gambar video yang diduga tindak kekerasan guru terhadap siswa di Pangkal Pinang.kompas.com/heru dahnur Potongan gambar video yang diduga tindak kekerasan guru terhadap siswa di Pangkal Pinang.

Pemukulan tersebut terjadi karena Rama memanggil nama guru Muin tanpa menyebutkan kata "Pak".

Hal itu dianggap tidak sopan sehingga Muin menghampiri Rama. Muin kemudian menampar pipi Rama sebanyak tiga kali sebagai bentuk hukuman.

"Saat ini siswa Rama Haryanto bersekolah seperti biasa dalam keadaan sehat," kata Rikwanto.

Sebelumnya, video berdurasi 37 detik sempat viral melalui media sosial. Dalam video terlihat seseorang diduga guru sedang memukul dua siswa secara bergantian di ruangan kelas.

Namun, papan nama di bahu siswa tidak terlihat begitu jelas. Video itu diduga direkam siswa lain yang duduk di bangku paling belakang.

Belakangan, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Pangkal Pinang Muhamad Kadar membantah video tersebut.

Ia menyurati Dinas Pendidikan dan Budaya yang menyatakan pihak sekolah siap melakukan pemeriksaan terkait kebenaran video tersebut.

"Sehubungan dengan beredar dan viralnya video penganiayaan siswa, kami membantah tudingan tersebut. Kami tegaskan itu terjadi bukan di SMP Negeri 10 Pangkal Pinang," kata Kadar.

Kompas TV Keributan antara pengemudi mobil dan seorang anggota TNI viral pada Jumat (13/10) kemarin.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti LIPI: Biden Tak Bisa Hanya Fokus pada Urusan Domestik AS

Peneliti LIPI: Biden Tak Bisa Hanya Fokus pada Urusan Domestik AS

Nasional
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Nasional
Rencana Menkes Gunakan Data KPU untuk Dasar Vaksinasi Covid-19 Dinilai sebagai Bukti Kepercayaan Publik pada Sistem Informasi KPU

Rencana Menkes Gunakan Data KPU untuk Dasar Vaksinasi Covid-19 Dinilai sebagai Bukti Kepercayaan Publik pada Sistem Informasi KPU

Nasional
Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Nasional
Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Nasional
UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

Nasional
Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Nasional
Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Nasional
Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Nasional
Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Nasional
Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Nasional
Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X