Survei CSIS: Di Kalangan Millenial, Popularitas PSI di Posisi Terendah

Kompas.com - 04/11/2017, 15:01 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (ketiga kiri) bersama Sekjen PSI Raja Juliantoni (kedua kanan), pengurus PSI dan tiga orang pengacara muda Dini Shanti Purwono (keempat kiri), Surya Tjandra (keempat kanan) serta Rian Ernest Tanudjaja (ketiga kanan) berpose saat pendaftaran calon anggota legislatif PSI di Jakarta, Selasa (31/10/2017). Ketiga pengacara muda tersebut mendaftar sebagai calon anggota legislatif dari PSI pada pemilu legislatif 2019. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (ketiga kiri) bersama Sekjen PSI Raja Juliantoni (kedua kanan), pengurus PSI dan tiga orang pengacara muda Dini Shanti Purwono (keempat kiri), Surya Tjandra (keempat kanan) serta Rian Ernest Tanudjaja (ketiga kanan) berpose saat pendaftaran calon anggota legislatif PSI di Jakarta, Selasa (31/10/2017). Ketiga pengacara muda tersebut mendaftar sebagai calon anggota legislatif dari PSI pada pemilu legislatif 2019.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menempati posisi paling "buncit" pada hasil survei popularitas partai politik yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) soal orientasi politik generasi milenial.

Dalam hal ini, popularitas PSI berada di posisi 15 dengan 11,5 persen.  Sedangkan pada survei elektabilitas, nama PSI justru tak ditampilkan.

Dari hasil survei tersebut, pemilih PSI justru lebih banhak dari unsur non-milenial, yakni sebesar 15,1 persen. Padahal, PSI dalam sering kali mengenalkan diri sebagai partai anak muda.

Apa yang menyebabkan partai yang dipimpin Grace Natalie itu justru tak dipilih milenial?

Peneliti CSIS Arya Fernandes menuturkan, PSI sebagai partai baru memerlukan waktu untuk menggarap pemilihnya. Di samping itu, mobilitas partai tersebut menurutnya masih terfokus pada wilayah perkotaan.

"Fokus mobilitasnya hanya di perkotaan saja. Di pedesaan, kabupaten masih terbatas," ujar Arya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/11/2017).

Arya membandingkan dengan partai politik baru lainnya, yakni Partai Perindo yang melalui penetrasi media massa bisa menjangkau masyarakat hingga ke daerah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, dari hasil survei yang sama, milenial yang menonton televisi masih mencapai lebih dari 70 persen setiap harinya.

"Dengan kekuatan TV yang tersebar merata di seluruh daerah memungkinkan Perindo cepat beradaptasi, cepat bersosialisasi dengan pemilih," tuturnya.

Tantangan lainnya, kata Arya, adalah dari sisi rekrutmen. PSI melakukan pembatasan bahwa calon-calon kadernya bukan lah pindahan dari partai politik lain merupakan orang baru di dunia politik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 16 Juni: 1 Sembuh di India, Tak Ada Tambahan Kasus WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE 16 Juni: 1 Sembuh di India, Tak Ada Tambahan Kasus WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Jokowi Dijadwalkan Lantik Gubernur dan Wagub Sulteng Rabu Sore Ini

Jokowi Dijadwalkan Lantik Gubernur dan Wagub Sulteng Rabu Sore Ini

Nasional
Pemangkasan Hukuman Pinangki: Dinilai Janggal dan Lukai Upaya Pemberantasan Korupsi

Pemangkasan Hukuman Pinangki: Dinilai Janggal dan Lukai Upaya Pemberantasan Korupsi

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Amunisi Pencegahan yang Tak Kuat

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Amunisi Pencegahan yang Tak Kuat

Nasional
Moeldoko: Kami Akan Kawal Pemulihan Pariwisata di Bali

Moeldoko: Kami Akan Kawal Pemulihan Pariwisata di Bali

Nasional
Satgas Sebut Suplai dan Jadwal Vaksin Covid-19 Terjaga untuk Penuhi Target 1 Juta Per Hari

Satgas Sebut Suplai dan Jadwal Vaksin Covid-19 Terjaga untuk Penuhi Target 1 Juta Per Hari

Nasional
Ngabalin: TWK Internal KPK, Pemerintah Tak Bisa Komentar

Ngabalin: TWK Internal KPK, Pemerintah Tak Bisa Komentar

Nasional
[POPULER NASIONAL] Aturan Lengkap PPKM di 34 Provinsi | Jawaban Firli Saat Ditanya Pilih Pancasila atau Agama

[POPULER NASIONAL] Aturan Lengkap PPKM di 34 Provinsi | Jawaban Firli Saat Ditanya Pilih Pancasila atau Agama

Nasional
Satgas Covid-19 Ingatkan Lagi Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Satgas Covid-19 Ingatkan Lagi Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Nasional
Satgas: Efektivitas Vaksin Covid-19 Masih Tinggi, Termasuk Melindungi dari Varian Delta

Satgas: Efektivitas Vaksin Covid-19 Masih Tinggi, Termasuk Melindungi dari Varian Delta

Nasional
BKN Sebut Informasi Pelaksanaan TWK Pegawai KPK Rahasia Negara

BKN Sebut Informasi Pelaksanaan TWK Pegawai KPK Rahasia Negara

Nasional
Sespri Edhy Prabowo Ungkap Alasan soal Perusahaan yang Tak Dapat Jatah Ekspor Benih Benur

Sespri Edhy Prabowo Ungkap Alasan soal Perusahaan yang Tak Dapat Jatah Ekspor Benih Benur

Nasional
Periksa Yoory Corneles, KPK Dalami Sumber Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Periksa Yoory Corneles, KPK Dalami Sumber Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Nasional
Prabowo Optimistis Dialog ASEAN-China Selesaikan Masalah Kawasan, Termasuk Laut China Selatan

Prabowo Optimistis Dialog ASEAN-China Selesaikan Masalah Kawasan, Termasuk Laut China Selatan

Nasional
Target 1 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari, Bio Farma Pastikan Stok Vaksin Aman

Target 1 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari, Bio Farma Pastikan Stok Vaksin Aman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X