Ketua DPRD Kota Malang Terima Suap Rp 700 Juta dan Rp 250 Juta

Kompas.com - 11/08/2017, 19:05 WIB
Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono, memimpin Sidang Paripurna Pandangan Akhir Fraksi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Penggunaan APBD 2016 Kota Malang dalam Rapat Paripurna di DPRD Kota Malang, Jumat (4/8/2017). SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha PrabowoKetua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono, memimpin Sidang Paripurna Pandangan Akhir Fraksi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Penggunaan APBD 2016 Kota Malang dalam Rapat Paripurna di DPRD Kota Malang, Jumat (4/8/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD Kota Malang Moh Arief Wicaksono menjadi tersangka untuk dua kasus korupsi. Berapa suap yang diterima Arief pada dua kasus itu?

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam perkara pertama, Arief diduga menerima ratusan juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

"MAW diduga menerima Rp 700 juta," kata Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Suap Rp 700 juta untuk Arief itu disebut terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Pada kasus pertama ini KPK telah menetapkan Arief dan Jarot sebagai tersangka.

(Baca: Ketua DPRD Kota Malang Jadi Tersangka untuk Dua Kasus Suap)

Sementara pada perkara kedua, Arief diduga menerima suap dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman. Nilai suap yang diberikan juga senilai ratusan juta.

"Diduga MAW menerima Rp 250 juta," ujar Febri.

Suap dari Hendarwan tersebut, lanjut Febri, terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015. Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp 98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018.

Pada perkara kedua Arief dan Hendarwan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga dalam dua perkara yang melibatkan Arief tersebut, ada total tiga orang yang menjadi tersangka KPK.

"Jadi ada dua perkara yang ditingkatkan ke penyidikan di Kota Malang dengan tiga orang tersangka," ujar Febri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X