Wamenlu: Banglades dan Tunisia Minta Pertemuan Bilateral di Riyadh

Kompas.com - 21/05/2017, 11:30 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017). Kristian ErdiantoWakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017).
EditorKrisiandi

RIYADH, KOMPAS.com - Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengungkapkan Banglades dan Tunisia meminta pertemuan bilateral dengan Indonesia di sela Konferensi Tingkat Tinggi Arab, Islam dan Amerika Serikat (Arab Islamic American Summit) di Riyadh Arab Saudi, Minggu (21/5/2017).

"Ada permintaan dari Banglades dan Tunisia. Kami masih melihat kemungkinan waktunya kapan bisa digelar," kata Fachir seperti dikutip Antara.

Fachir mengungkapkan selain materi KTT, kerja sama ekonomi juga akan dibahas dalam pertemuan dengan dua negara tersebut.

(Baca: Jokowi Akan Bicara Anti-terorisme di KTT Arab Islam Amerika)


Dengan Banglades, kata Fachir, Indonesia akan meningkatkan kerja sama ekonomi.

"Mungkin akan disepakati Preferential Trade Agreement (PTA) dan penjualan kereta api dari PT Inka," katanya.

Sedangkan Tunisia, kata Fachir, negara itu merupakan pasar nontradisional Indonesia.

"RI fokus pada kerja sama ekonomi dan perdagangan. Karena itu perlu mendengarkan lebih dahulu harapan dan kepentingan mereka," kata Fachir.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kepada pers saat berangkat ke Arab Saudi di Jakarta, mengungkapkan akan memanfaatkan KTT tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Syeikh Hasina.

(Baca: Menlu: Banyak Negara yang Ingin Mengundang Presiden Jokowi)

Presiden pun berharap Arab Islamic-American Summit akan memberikan kontribusi nyata untuk membebaskan dunia dari ancaman radikalisme dan terorisme, serta dalam upaya bersama membangun perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Wamenlu juga mengungkapkan KTT yang diselenggarakan pertama kalinya itu diikuti oleh 55 negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X