Kompas.com - 12/05/2017, 19:42 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017). IstimewaKapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 30 hari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat serangan secara fisik. Hingga saat ini, pelaku penyerangan belum juga bisa diungkap oleh Kepolisian.

Hal itu membuat kecewa kerabat dan keluarga Novel.

"Kami juga mendapatkan informasi dari pihak Novel dan keluarga bahwa pihak keluarga cukup kecewa, karena lebih dari satu bulan pelaku penyerangan belum juga terungkap," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/5/2017).

(Baca: Polisi Tak Tahan Terduga Pelaku Penyerang Novel Baswedan)

Menurut Febri, hingga hari ke-31, pemeriksaan kedua mata Novel terus dilakukan oleh tim dokter. Pengujian perkembangan penglihatan Novel dilakukan dengan membaca huruf dan angka.

Menurut Febri, mata kiri Novel hanya dapat melihat huruf paling besar di sebelah kiri atas (100/30). Sedangkan, penglihatan mata kanan Novel lebih baik dan dapat melihat sampai ke ukuran yang paling kecil.

Pemeriksaan juga dilakukan dengan observasi dua bola mata Novel. Untuk mata kanan, pertumbuhan selaput kornea stagnan dari kemarin, dan terjadi inflamasi pada bagian tengah kornea, dan tidak ada infeksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mata kiri, pertumbuhan yang sejak awal sangat lambat, dari hasil foto terlihat kondisi yang stagnan. Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal, yaitu mencapai 31 (tekanan normal 16-21).

Menurut Febri, tekanan mata yang tinggi berpengaruh pada menurunnya kemampuan bekerjanya saraf mata, yang jika dibiarkan dapat berakibat pada berkurangnya kemampuan melihat.

(Baca: KPK Harap Penangkapan AL Ungkap "Otak" Penyerang Novel Baswedan)

"Berikutnya, dokter memberikan tambahan obat pengontrol tekanan mata yang mengandung steroid, dan dilakukan uji tes darah untuk mengecek kalsium dan potasium dalam darah," kata Febri.

Pada 11 April 2017, seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai satu mata Novel.

Kompas TV Novel selaku korban teror memberikan foto mengenai sosok AL kepada penyidik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.