Kemendikbud Usut Lima Guru yang Diduga Curangi USBN

Kompas.com - 12/04/2017, 19:24 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pelajar SMA/Paket C mengikuti Ujian Nasional di wilayah Sabah, Malaysia, yang dimulai Senin (4/4/2016) KJRI KinabaluUntuk pertama kalinya dalam sejarah, pelajar SMA/Paket C mengikuti Ujian Nasional di wilayah Sabah, Malaysia, yang dimulai Senin (4/4/2016)
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan sedang menyelidiki terhadap lima guru yang diduga melakukan kecurangan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN).

"Informasi awal, memang ada lima guru yang diduga melakukan kecurangan pada USBN. Untuk lokasi asal guru tak perlu disebut, sekarang masih dalam tahap investigasi dan penyelidikan," ujar Irjen Kemdikbud, Daryanto, di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Daryanto mengatakan, dengan kejadian ini tak ada lagi guru yang tak menghargai kejujuran dan integritas.

"Ujian ini dilakukan, Untuk memperbaiki karakter dan meningkatkan kejujuran. Semua harus dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan," ujar dia.

Daryanto menjelaskan, guru diduga kuat terlibat dalam penyebaran soal selama USBN.

"Dampak pada dunia pendidikan sangat besar akibat ketidakjujuran guru," ujarnya.

Kemdikbud mengaku tak ingin menekan proses investigasi karena masih pelaksanaan ujian nasional. Daryanto mengaku sebisa mungkin tak ingin menimbulkan kegaduhan karena siswa masih dalam ujian.

"Kami berharap, nanti pemerintah daerah lebih tegas mengawasi pelaksanaan ujian di sekolah dan lebih waspada pada potensi kecurangan selama ujian," kata dia.

(Indriani/ant)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X