Kompas.com - 07/04/2017, 22:48 WIB
Siti Aisyah (25), perempuan Indonesia yang disangka membunuh Kim Jong Nam, dibawa ke sebuah pengadilan di luar kota Kuala Lumpur dengan pengawalan sangat ketat. MOHD RASFAN / AFP Siti Aisyah (25), perempuan Indonesia yang disangka membunuh Kim Jong Nam, dibawa ke sebuah pengadilan di luar kota Kuala Lumpur dengan pengawalan sangat ketat.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, sidang kedua terhadap Siti Aisyah akan digelar pada13 April 2017.

Siti Aisyah merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditahan oleh Kepolisian Malaysia sejak 16 Februari lalu. Dia ditahan atas dugaan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Menurut Iqbal, dalam persidangan nanti seluruh anggota tim kuasa hukum dari KBRI di Malaysia akan hadir mengawal persidangan.

"Kami pastikan persidangan full team, pengacara lima orang akan menghadiri persidangan tersebut," ujar Iqbal di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

"Demikian juga tim perlindungan WNI dan KBRI kuala lumpur akan menghadiri persidangan,"  kata dia.

Iqbal menjelaskan, agenda sidang adalah pemaparan bukti yang dimiliki jaksa penuntut umum. Oleh karena itu, dalam sidang tersebut tidak akan ada pembahasan yang bersifat interaktif antara jaksa penuntut umum dan pengacara Aisyah.

Nantinya bukti yang dipaparkan jaksa penuntut umum tersebut akan menjadi dasar dakwaan untuk Siti. Setelah itu, hakim akan membuat penilaian cukup atau tidaknya bukti yang dipaparkan itu untuk diajukan ke pengadilan tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Siti Aisyah Terancam Hukuman Mati, Pemerintah Diminta Gerak Cepat)

Jika memang hakim memutuskan melanjutkan persidangan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, berkas salinan dakwaan akan diberikan juga kepada tim pengacara Siti Aisyah.  Berkas diberikan agar tim pengacara menyiapkan pembelaan.

"(Setelah berkas diberikan) baru dari situ kita tahu konsturksi apa yang dibangun jaksa penuntut umum dan konstruksi pembelaan apa yang bisa kita bangun untuk Siti," ujarnya.

(Baca juga: Pemerintah Cari Saksi Meringankan untuk Siti Aisyah)

Sidang perdana telah dijalani Siti di Pengadilan Tinggi Sepang, Rabu (1/3/2017). Dalam kasus ini, Kepolisian Diraja Malaysia telah merilis bahwa Kim Jong Nam dibunuh dengan menggunakan racun saraf S2 Diisprophylaminoethyl methyphosphonothiolate (VX).

Racun itu dikategorikan sebagai senjata pembunuh massal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Nasional
Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Nasional
Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Nasional
UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Nasional
Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Nasional
Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Nasional
Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Nasional
Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Nasional
Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Nasional
Jokowi Temukan Pungutan Liar di Tanjung Priok, Saber Pungli Tak Efektif?

Jokowi Temukan Pungutan Liar di Tanjung Priok, Saber Pungli Tak Efektif?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X