Soal Serapan Anggaran, Jokowi Minta Menteri Berorientasi pada Hasil

Kompas.com - 01/02/2017, 16:08 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 2 Januari 2016 Fabian Januarius Kuwado/Kompas.comPresiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 2 Januari 2016
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berpesan kepada para menteri agar tidak hanya mengejar target serapan anggaran. Namun, anggaran yang dihabiskan juga harus terasa hasilnya.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

"Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tanpa peduli kepada hasil atau capaiannya. Jadi serapan anggaran harus habis iya, tapi hasilnya juga harus baik, capaiannya juga harus baik," kata Jokowi.

Jokowi menekankan bahwa semua bawahannya harus berorientasi pada hasil dari program kerja. Dengan begitu, pencapaian prioritas dan program masing-masing kementerian dan lembaga berjalan secara efektif dan produktif.

"Peningkatan besaran anggaran harus betul-betul memiliki kontribusi pada capaian hasil. Jadi orientasi kita adalah orientasi hasil, bukan orientasi prosedur. Tapi prosedur tetap mengikuti," ucapnya.

Untuk memastikan setiap program yang sudah dianggarkan menghasilkan capaian yang nyata, Jokowi meminta para menteri dan lembaga untuk mengontrol pelaksanaannya sampai ke tingkat bawah.

"Harus dicermati secara detail program sampai satuan 3. Pastikan program tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan nasional kita," ucap Jokowi. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X