Kompas.com - 27/01/2017, 22:57 WIB
Ketua MK Arief Hidayat (kiri) usai Rapat Pleno Pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Periode 2015-2017 di Gedung MK, Jakarta, Senin (12/1/2015). Arief terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MK untuk menggantikan Hamdan Zoelva yang telah habis masa jabatannya sebagai hakim MK. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Ketua MK Arief Hidayat (kiri) usai Rapat Pleno Pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Periode 2015-2017 di Gedung MK, Jakarta, Senin (12/1/2015). Arief terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MK untuk menggantikan Hamdan Zoelva yang telah habis masa jabatannya sebagai hakim MK.
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Konstitusi Patrialis Akbar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menerima suap dari pengusaha.

Suap tersebut diberikan kepada Patrialis guna membantu dikabulkannya permohonan uji materi nomor perkara 129/PUU/XII/2015.

Pengujian tersebut terkait Pasal 36 C ayat 1, Pasal 36 C ayat 3, Pasal 36 D ayat 1, Pasal 36 E ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Terkait hal itu, Ketua Mahakamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengatakan, uji materi tersebut sudah selesai dibahas di rapat permusyawaratan hakim (RPH).

Keputusannya pun sudah ditetapkan. Rencananya, putusan tersebut dibacakan pada awal bulan depan.

(Baca: MK Membebastugaskan Patrialis sebagai Hakim Konstitusi)

"Draf putusannya memang sudah ada, tinggal dibacakan. Tanggal 7 Februari 2017, ada atau tidaknya kasus ini, panitera sudah menjadwalkan," ujar Arief dalam konfrensi pers yang digelar di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arief juga memastikan putusan uji materi tidak berubah meskipun adanya kasus ini.

Patrialis ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/1/2017). (Baca: Basuki Sebut Beri Uang ke Kamaludin untuk Patrialis Pergi Umrah)

Patrialis ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap sebesar sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar.

Pemberian dari pengusaha impor daging Basuki Hariman tersebut diduga agar Patrialis membantu mengabulkan gugatan uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang sedang diproses di Mahkamah Konstitusi.

Kompas TV Istri Patrialis Akbar Bawakan Barang Keperluan Sehari-Hari
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.