Kompas.com - 25/01/2017, 11:58 WIB
Ribuan tenda untuk menampung umat Islam yang tengah melangsungkan ibadah haji di Mina, di luar kota Mekah, Saudi Arabia, 19 September 2015. Sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk melangsungkan ibadah Haji AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMYRibuan tenda untuk menampung umat Islam yang tengah melangsungkan ibadah haji di Mina, di luar kota Mekah, Saudi Arabia, 19 September 2015. Sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk melangsungkan ibadah Haji
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali mengingatkan publik agar melakukan ibadah haji satu kali saja dalam seumur hidup. Hal itu menyusul terus meningkatnya antrean jemaah haji dari tahun ke tahun.

Walau Pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji beberapa waktu lalu, namun jumlah tersebut masih belum bisa mencukupi permintaan masyarakat Indonesia.

"Bagi mereka yang sudah berhaji, mohon untuk berjiwa besar dalam waktu sementara tidak lagi mendaftarkan diri dan kita berikan kesempatan bagi saudara muslim kita yang belum berhaji," ujar Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Terkait hal tersebut, bahkan muncul wacana untuk membuat regulasi agar orang yang sudah berhaji dilarang sama sekali untuk kembali berhaji dengan alasan panjangnya antrean haji.

Namun, hal itu masih dibahas apakah memang perlu ada sebuah regulasi. Sebab, ada pandangan bahwa regulasi semacam itu akan membatasi kebebasan beribadah umat yang telah diatur dalam konstitusi.

Lukman juga menyampaikan kesulitan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Indonesia tahun ini mendapatkan kuota haji sebesar 221.000. Mengelola jumlah jemaah haji sebesar itu bukanlah perkara mudah.

Kesulitan pertama adalah dari sisi karakteristik mayoritas jemaah haji Indonesia. Lukman mengatakan, sebagian besar jemaah haji belum pernah ke Tanah Suci, belum pernah ke luar negeri, bahkan belum pernah keluar dari kabupaten/kota tempatnya tinggal.

Namun, sebagian lainnya berbanding terbalik, yaitu kelompok yang setiap minggunya bisa saja mengunjungi negara lain.

"Saya ingin menggambarkan disparitas, kesenjangan itu. Dari yang menguasai puluhan bahasa sampai yang Bahasa Indonesia saja tidak bisa," tuturnya.

(Baca juga: Tambahan Kuota Haji Akan Dibagi Proporsional Per Provinsi)

Selain itu, Lukman menyampaikan, pada 2016 lalu tidak kurang dari 61,3 persen jemaah haji Indonesia berusia di atas 51 tahun. Sedangkan dari sisi kesehatan, tak kurang dari 66,97 persen berisiko tinggi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X