Diduga Lakukan Pemerasan, Kapolsek Pamulang Dicopot

Kompas.com - 30/12/2016, 17:53 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul Ambaranie Nadia K.MKepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, Kompol R Sartoto telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Pamulang.

Sartoto diduga melakukan pemerasan bersama dua bawahannya kepada tersangka yang kasusnya tengah dia tangani.

"Kapolsek diganti, sudah dicopot," ujar Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (40/12/2016).

Pencopotan Sartoto agar fokus menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya bersama Kepala Unit Narkoba Polsek Pamulang dan penyidik pembantu.

(Baca: Kapolsek Pamulang dan Dua Anak Buahnya Diperiksa Propam karena Pungli)

Posisi Sartoto sebagai Kapolsek digantikan oleh pimpinan Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Tangerang Selatan.

Dari penyelidikan Propam Polda Metro Jaya akan diketahui terlihat siapa yang berinisiatif dalam kejadian penyuapan tersebut.

"Niatan ini dari petugas atau tersangka," kata Martinus.

Sartoto dan dua bawahannya ditangkap lantaran diduga memeras tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 0,1 gram.

(Baca: Kapolda Akui Anggota Polsek Pamulang Terlibat Pemerasan Senilai Rp 23 Juta)

Nilai pemerasan itu diduga mencapai Rp 23 juta.

Diduga, uang itu diberikan agar polisi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dengan alasan mengidap penyakit serius.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X