Jokowi Akui Belum Berhasil Selesaikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Kompas.com - 09/12/2016, 19:59 WIB
Presiden Jokowi menerima Komisioner Komnas HAM di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/12/2016). IhsanuddinPresiden Jokowi menerima Komisioner Komnas HAM di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengakui masih banyak elemen hak asasi manusia yang belum sepenuhnya dapat dilaksanakan oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menerima Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/12/2016) malam.

"Masih banyak elemen hak asasi manusia lainnya yang belum sepenuhnya dapat kita laksanakan, seperti penyelesaian kasus HAM masa lalu, agraria, pelanggaran hak masyarakat adat, perdagangan manusia, kejahatan seksual dan kekerasan pada anak," kata Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, ada juga keluhan-keluhan yang berkaitan dengan kebebasan beragama.


Pemerintah, lanjut Jokowi, sebenarnya menyadari peran untuk melindungi kebebasan beragama dan keyakinan bagi seluruh warga tanpa adanya gangguan.

"Tapi saya juga menyadari bahwa baru-baru ini juga masih ada hal yang perlu kita perbaiki," ucap Jokowi.

Di luar semua kekurangan tersebut, Jokowi juga menekankan bahwa pemerintah sudah bekerja di sejumlah aspek lainnya.

Misalnya, pemerintah sudah mengupayakan seluruh anak-anak Indonesia bisa bersekolah. Selain itu, masyarakat miskin juga bisa mendapatkan akses kesehatan.

"Kita pastikan hari ini kurang lebih 88 juta kartu Indonesia sehat yang untuk keluarga yang tidak mampu," ucap Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X