Amir Sodikin
Managing Editor Kompas.com

Wartawan, menyukai isu-isu tradisionalisme sekaligus perkembangan teknologi informasi. Bergabung dengan harian Kompas sejak 2002, kemudian ditugaskan di Kompas.com sejak 2016. 

#RIPIntan, Maafkan Kami Nak... Maafkan...

Kompas.com - 14/11/2016, 15:54 WIB
Salah satu kiriman gambar dengan tagar #RIPIntan dari akun Twitter ANSOR Cyber Media ?@ansor_jatim yang mengekspresikan duka mendalam atas meninggalnya Intan Marbun (3), balita korban ledakan bom molotov di Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur. TWITTER/ANSOR Cyber Media ?@ansor_jatimSalah satu kiriman gambar dengan tagar #RIPIntan dari akun Twitter ANSOR Cyber Media ?@ansor_jatim yang mengekspresikan duka mendalam atas meninggalnya Intan Marbun (3), balita korban ledakan bom molotov di Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur.
EditorWisnubrata

Riyanto yang pemuda Muslim itu berusaha melindungi umat yang sedang beribadah di gereja dengan mengamankan bungkusan yang ternyata berisi bom. Namun naas, bom itu meledak dalam dekapannya sebelum berhasil ia lempar.

Kini, 16 tahun sudah lewat, ajakan untuk mengenang Riyanto yang berjuang dengan cara menyelamatkan nyawa manusia, relevan untuk kembali kita bandingkan dengan ulah teroris yang mengklaim berjuang dengan menghilangkan nyawa orang.

Perjuangan Riyanto menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kita memiliki tradisi saling asih dan saling menjaga, tradisi toleransi lama yang kita warisi dari para kiai dan ulama. Inilah modal perekat yang perlu kita ingat di tengah geliat gerakan Islam garis keras.

 

 

Intan dan anak-anak kita

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, balita adalah “intan” keluarga yang tak ternilai harganya. Ia adalah titipan Allah SWT yang harus kita jaga. Tak ada hak bagi siapa pun, atas nama apa pun, untuk mengganggu anak-anak kita.

Jangankan membunuh, membakar, hingga mengebom. Mengganggu pun itu sudah merupakan perbuatan keji. Siapa pun orangtuanya akan berada di depan untuk berusaha melindungi anak-anak. Bahkan, negara pun wajib melindungi hak-hak anak untuk tumbuh berkembang dengan aman.

Kini, foto Intan dengan baju kuning dan tas sekolah di punggung yang tersebar di berbagai kanal media sosial sungguh mengguncang hati kita semua. Sampai kapan pun kita tak akan rela, sosok tak berdosa yang tak tahu apa-apa itu harus menjadi korban.

Semangat untuk tetap menjaga kebinekaan di media sosial melalui tagar #RIPIntan ini pantas kita simak.

Beberapa pekan ini linimasa media sosial maupun kanal aplikasi obrolan dipenuhi berbagai broadcast yang mengarah pada nuansa kebencian dan menyulut emosi. Kini, saatnya kita kembalikan fungsi media sosial dan kanal obrolan untuk berbagi hal-hal baik yang menggugah hati.

Sudahi perang broadcast untuk kepentingan 5 tahun. Akhiri perlombaan memasang tagar di media sosial hanya untuk mengobarkan sikap marah dan kebencian terhadap sesama.

Sepakat dengan anjuran dari berbagai pihak, jarimu adalah harimaumu. Tetap berhati-hatilah saat berbagi di media sosial, teliti kontennya jangan sampai menyebar kebencian sesama.

Jangan sampai satu klik jari kita bisa berkontribusi petaka di pihak lain, entah di suatu waktu dan suatu lokasi tertentu. Kita tidak akan tahu.

Ingatlah Intan-Intan lainnya yang harus kita jaga. Dekap hangat untuk asa Intan tersayang, semoga Allah SWT memberikan surga terbaik di sisi-Nya. Maafkan kami, Nak, maafkan....

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, MAKI: Semoga Jadi Solusi Pemberantasan Korupsi

Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, MAKI: Semoga Jadi Solusi Pemberantasan Korupsi

Nasional
Satgas: PPKM Saat Natal-Tahun Baru Disesuaikan Level Masing-masing Daerah

Satgas: PPKM Saat Natal-Tahun Baru Disesuaikan Level Masing-masing Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.