Setelah Arcandra dan Jonan Dipanggil...

Kompas.com - 16/10/2016, 23:08 WIB
Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan para wartawan usai pelantikan Menteri dan Wamen ESDM, Jumat (14/10). Situs Sekretariat Kabinet/JayPresiden Joko Widodo menjawab pertanyaan para wartawan usai pelantikan Menteri dan Wamen ESDM, Jumat (14/10).
EditorSandro Gatra

Seorang pejabat pernah bertanya kepada Kompas, apakah memiliki nama dengan syarat tertentu, seperti profesionalitas, integritas, dan kepemimpinan, bisa dicalonkan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pengganti Arcandra Tahar?

Saat ditanya balik, apakah pemerintah tak punya calon seperti itu, sang pejabat mengatakan, pemerintah kesulitan mendapatkan calon yang dicari. Kalaupun ada, dianggap tidak meyakinkan. Padahal, semua yang dicari diharapkan membawa angin segar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dikonfirmasi Kompas terkait tawaran pejabat tersebut hanya tertawa.

Ia hanya menyatakan, Arcandra sulit dikembalikan pada posisi semula karena masih adanya polemik. Bersama Presiden Joko Widodo, keduanya mencari sosok lain.

"Ada beberapa nama yang masih dipertimbangkan, tetapi saya tidak tahu perkembangannya," ujar Kalla, Rabu (12/10).

Satu di antara beberapa calon yang pernah diusulkan kepada Presiden Jokowi adalah Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Widhyawan Prawiraatmaja, selain nama baru dan lama, yaitu mantan Menteri Perhubungan Ignasius Johan.

Namun, Presiden Jokowi disebut-sebut kurang cocok dengan nama-nama yang diusulkan itu.

Presiden Jokowi, saat menjawab pertanyaan pers di Istana Merdeka, Kamis malam, mengakui bahwa Arcandra termasuk calon yang dipertimbangkan.

Namun, saat didesak Kompas pada Jumat pagi di Istana Merdeka, Jokowi belum mau menyebut nama.

"Bisa hari ini, besok atau lusa," ujarnya.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X