Kompas.com - 21/09/2016, 13:01 WIB
Dir Narkoba, Franky Haryanto saat konferensi pers,Rabu(22/6/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIDir Narkoba, Franky Haryanto saat konferensi pers,Rabu(22/6/2016)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tengah mendalami informasi dugaan pemerasan oleh Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto terhadap tersangka kasus narkoba.

Dari pemeriksaan sementara ditemukan indikasi adanya pemerasan tersebut.

"Indikasi ke arah situ (pemerasan) sudah ada, sudah didapatkan seperti pemerasan dan lain-lain," ujar Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Selain melakukan pemerasan, Franky juga dilaporkan atas keterlibatannya dalam pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp 50 juta di brankas.

Rikwanto mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung saat ini. (baca: Direktur Narkoba Polda Bali Tak Sendirian Saat Diperiksa Propam)

"Dalam melengkapi apa yang dimaksud tersebut, pihak Propam sedang pendalaman," kata Rikwanto.

Setelah ditangkap oleh tim Propam Polri, dilakukan penggeledahan di ruangan Franky. Petugas juga memintai keterangan sejumlah staf Direktorat Narkoba di Polda Bali.

Franky diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah orang yang tercatat terlibat tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Biro Paminal Propam.

Menurut Tito, Mabes Polri akan melakukan evaluasi terhadap kinerja direktorat narkoba di seluruh Indonesia bulan depan.

Pimpinan direktorat maupun satuan narkoba yang terbukti tidak bisa menjalankan instruksi perang terhadap narkoba dapat dimutasi, sedangkan yang berkinerja baik bisa dipromosikan.

Selain itu, tambah Tito, Propam diizinkan untuk menggelar operasi tertutup dalam rangka mengawasi direktorat narkoba.

"Silakan operasi tertutup Paminal kalau ada pejabat atau anggota yang tidak memenuhi perintah saya tadi untuk melakukan perang terhadap narkoba," kata Tito.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.