Setya Novanto Bantah Golkar Usulkan Sri Mulyani untuk Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Kompas.com - 05/09/2016, 15:56 WIB
Sri Mulyani saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016). WARTA KOTA/HENRY LOPULALANSri Mulyani saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membantah partainya mengusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai calon Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Novanto menanggapi munculnya usulan Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi Gusrizal saat rapat koordinasi teknis, Minggu (4/9/2016), yang menyarankan Golkar agar segera mencari pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Salah satu nama yang diusulkan ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Tidak ada usulan resmi apapun dalam rapat koordinasi teknis kemarin, semua usulan resmi apalagi yang strategis pastinya harus berasal dari rapat pimpinan nasional," kata Novanto saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (5/9/2016).

(Baca: Nama Sri Mulyani Diusulkan Dampingi Jokowi pada Pilpres 2019)

Novanto menambahkan menentukan pendamping Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 bukanlah hak dari Partai Golkar, melainkan hak Presiden Jokowi sendiri. Novanto menuturkan, mengusulkan calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi di Pilpres merupakan hal yang tidak etis.

Terlebih, menurut Novanto, untuk menentukan calon wakil presiden pendamping Jokowi saat ini terlalu dini.

"Itu tidak etis namanya, biarlah yang menentukan wakilnya Pak Jokowi sendiri, Pilpres 2019 juga masih lama, yang terpenting untuk sekarang adalah Partai Golkar akan mendukung penuh kerja Pemerintahan Presiden Jokowi," lanjut Novanto.

(Baca: Sekjen PPP Anggap Usul Golkar Duetkan Jokowi-Sri Mulyani Terlalu Dini)

Partai Golkar sebelumnya menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang salah satunya membahas pemenangan Jokowi di pilpres 2019.

Dalam acara di Hotel Peninsula, Jakarta, yang sudah ditutup pada Sabtu (4/9/2016) malam itu, sudah muncul usulan calon wakil presiden pendamping Jokowi. Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menjadi salah satu yang diusulkan.

"Bu Sri Mulyani, Bu Khofifah Indar Parawansa, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kita harus mulai menginventarisir nama cawapres mulai sekarang," kata Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi, Gusrizal. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X