"PR" Budi Gunawan Jadi Kepala BIN: Menghindari Dominasi Polisi di Intelijen

Kompas.com - 03/09/2016, 19:29 WIB
Anggota DPR RI Komisi I fraksi Partai Golkar Meutya Hafid. Fabian Januarius KuwadoAnggota DPR RI Komisi I fraksi Partai Golkar Meutya Hafid.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Komisi I fraksi Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan, Komjen (Pol) Budi Gunawan punya pekerjaan rumah jika akhirnya menjadi epala Badan intelejen Negara (BIN). Budi harus membuktikan TNI-Polri dapat harmonis dalam bekerja.

Oleh sebab itu, Meutya menyarankan Budi untuk merangkul unsur TNI dan Polri usai menjabat Kepala BIN definitif.

"Saran saya, Kepala BIN baru merangkul semua agar ada wujud keharmonisan di tubuh BIN," ujar Meutya saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2016).

Mantan jurnalis itu melanjutkan, salah satu cara supaya keharmonisan itu terwujud, adalah dengan tetap menyeimbangkan komposisi dan jumlah personel BIN yang berasal dari institusi Polri dan TNI.

"Kalau kepalanya Polisi, maka militer harus diberi tempat untuk saling mengisi. Tidak boleh kemudian hanya didominasi oleh Polisi atau didominasi oleh militer," ujar Meutya.

Kepemimpinan Budi dalam BIN, lanjut Meutya, sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa yang terpenting di dalam kerja-kerja intelijen bukanlah pada asal institusi, melainkan lebih ke arah kecakapan bekerja.

"Bisa dianggap ini pembuktian bahwa yang utama dari seorang Kepala BIN itu adalah Polisi atau militer, tetapi kecakapan," ujar dia.

Meutya yakin Budi menyadari pentingnya keharmonisan itu. DPR, khususnya Komisi I pun berkomitmen untuk terus mendorong dan mengawal kerja BIN agar selalu harmonis di internalnya.

Presiden Joko Widodo menunjuk Budi sebagai Kepala BIN. Surat penunjukan Budi telah dikirim ke DPR RI, Jumat (2/9/2016) pagi. Pemerintah pun berharap, parlemen segera memprosesnya.

Ketua DPR RI Ade Komarudin memastikan, uji kepatutan dan kelayakan Budi rencananya akan dilangsungkan Rabu (7/9/2016) pekan depan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berharap Jemaahnya Diperbolehkan Umrah, Indonesia Disebut Lobi Arab Saudi

Berharap Jemaahnya Diperbolehkan Umrah, Indonesia Disebut Lobi Arab Saudi

Nasional
Kemenristek Kembangkan Alat untuk Permudah 'Contact Tracing' Covid-19

Kemenristek Kembangkan Alat untuk Permudah "Contact Tracing" Covid-19

Nasional
Kemenparekraf Anggarkan Hibah Rp 3,8 Triliun untuk Genjot Pariwisata Daerah

Kemenparekraf Anggarkan Hibah Rp 3,8 Triliun untuk Genjot Pariwisata Daerah

Nasional
Jaksa Sebut Pinangki “Potong” Uang Jatah Anita Kolopaking dari Djoko Tjandra

Jaksa Sebut Pinangki “Potong” Uang Jatah Anita Kolopaking dari Djoko Tjandra

Nasional
Bersaksi di Sidang MK, Novel Baswedan Sebut KPK Tak Berdaya Setelah UU Direvisi

Bersaksi di Sidang MK, Novel Baswedan Sebut KPK Tak Berdaya Setelah UU Direvisi

Nasional
Ini 10 Poin dalam Action Plan Jaksa Pinangki, Ada Nama Pejabat Kejagung dan MA

Ini 10 Poin dalam Action Plan Jaksa Pinangki, Ada Nama Pejabat Kejagung dan MA

Nasional
Ibadah Umrah di Saudi akan Dibuka, Tak Semua Jemaah Negara Bisa Masuk

Ibadah Umrah di Saudi akan Dibuka, Tak Semua Jemaah Negara Bisa Masuk

Nasional
ICW Sebut Sejumlah Hal Belum Terungkap dalam Kasus Pinangki

ICW Sebut Sejumlah Hal Belum Terungkap dalam Kasus Pinangki

Nasional
Jokowi Perintahkan Food Estate Dikelola secara Modern

Jokowi Perintahkan Food Estate Dikelola secara Modern

Nasional
Proyek 'Food Estate', Jokowi Tugaskan Prabowo Urus Lumbung Pangan Singkong

Proyek "Food Estate", Jokowi Tugaskan Prabowo Urus Lumbung Pangan Singkong

Nasional
Puan Maharani: Revolusi Mental Belum Selesai...

Puan Maharani: Revolusi Mental Belum Selesai...

Nasional
Jadi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas, Bripka Tukim Segera Jalani Operasi

Jadi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas, Bripka Tukim Segera Jalani Operasi

Nasional
Kemenristek Uji Klinis Plasma Konvalesen, Tingkat Keberhasilan 70 Persen

Kemenristek Uji Klinis Plasma Konvalesen, Tingkat Keberhasilan 70 Persen

Nasional
Jaksa Pinangki Didakwa Terima 500.000 Dollar AS dari Djoko Tjandra hingga Pemufakatan Jahat

Jaksa Pinangki Didakwa Terima 500.000 Dollar AS dari Djoko Tjandra hingga Pemufakatan Jahat

Nasional
Pemerintah Diminta Perkuat Aturan Perbesaran Gambar Peringatan Bahaya pada Kemasan Rokok

Pemerintah Diminta Perkuat Aturan Perbesaran Gambar Peringatan Bahaya pada Kemasan Rokok

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X