Bertemu PM Malaysia, Jokowi Minta Laut China Selatan Tak Jadi "Power Projection" Negara Besar

Kompas.com - 01/08/2016, 20:13 WIB
Presiden Joko Widodo menerima Perdana Menteri Malaysia Najib Bin Haji Tun Abdul Rajak di Istana Merdeka, Jakarta,  Senin (1/8/2016). IhsanuddinPresiden Joko Widodo menerima Perdana Menteri Malaysia Najib Bin Haji Tun Abdul Rajak di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, selain topik bilateral, topik regional juga dibahas di dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Bin Haji Tun Abdul Rajak.

Salah satu topik regional kawasan Asia Tenggara yang dibahas adalah persoalan Laut China Selatan.

"Isu Laut China Selatan memang dibahas Presiden dan Perdana Menteri," ujar Retno usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/8/2016) petang.

Presiden Jokowi, lanjut Retno, menekankan betapa pentingnya terciptanya perdamaian pada kawasan konflik tersebut.

Jokowi mengingatkan kepada negara-negara terkait untuk menghormati hukum UNCLOS 1982.

"Indonesia juga tidak menginginkan Laut China Selatan menjadi lokasi power projection (proyeksi kekuatan) negara-negara besar," ujar Retno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin sore.

(Baca: Penculikan WNI, TKI dan Batas Wilayah Jadi Bahasan Jokowi-PM Malaysia)

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu, ada pula Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Koordinator Bidan Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X