Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Sejarah yang Tidak Diketahui Anggota TNI AU

Kompas.com - 25/07/2016, 14:52 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnu Nugroho

Tidak banyak orang, atau bahkan anggota Angkatan Udara Republik Indonesia sekali pun yang mengetahui bahwa ada sebuah rumah pasanggerahan di Sesaot, Lombok Barat yang cukup memiliki nilai historis.

Rumah Pasanggerahan ini merupakan peninggalan cukup berarti dalam perjalanan dan perkembangan Angkatan Udara Republik Indonesia. Adalah Kepala Staf Angkatan Udara pertama, sekaligus Bapak AURI Marsekal Suryadarma yang sering melakukan perjalanan dinas antara lain di kawasan Nusa Tenggara dan kerap mampir di Lombok Barat.

Dalam perjalanan dinasnya sejak awal kemerdekaan hingga permulaan tahun 1960-an, Marsekal Suryadarma sering berkunjung ke banyak pelosok daerah di Indonesia untuk melakukan orientasi awal dalam menyusun strategi pertahanan udara nasional.

Pertahanan udara nasional bagi negara yang berbentuk kepulauan terbesar di dunia sangat tidak mudah digelar dalam konteks terbatasnya biaya dan luasnya kawasan yang harus dijaga, diawasi dan diamankan.

Pada banyak kesempatan perjalanan orientasi ke banyak kawasan yang dipandang strategis, baik dilihat dari sisi gelar pangkalan udara maupun antisipasi bagi lokasi penempatan radar pertahanan udara, Marsekal Suryadarma ternyata cukup sering berkunjung ke Pulau Lombok.

Pada beberapa kesempatan orientasi daerah, terkadang beliau tinggal 2-3 hari di beberapa lokasi antara lain adalah daerah Sesaot di Lombok Barat. Sejalan dengan hobinya, Marsekal Suryadarma sempat juga beberapa kali mengisi waktu dengan “berburu” masuk keluar hutan di sekitar kawasan Sesaot Lombok Barat tersebut.

Pada beberapa kali perjalanan Marsekal Suryadarma, pada kesempatan masuk keluar hutan untuk berburu itu, ada sebuah rumah pasangerahan yang selalu digunakan untuk beristirahat bersama.

Priyanti Suryadarma KSAU Marsekal Suryadarma dalam upacara pelantikan olrh Bung Karno, bersama KSAD Jenderal Nasution di Istana Negara tahun 1952.
Rumah pasanggerahan tersebut terletak di kompleks hutan Rinjani di Sesaot Lombok Barat. Yang cukup mengesankan dan sangat menarik adalah rumah pasanggerahan tempat Marsekal Suryadarma beristirahat dalam beberapa kali kunjungan ke Lombok, hingga kini masih dipelihara dengan baik.

Mengesankan dan menarik karena sebuah rumah yang digunakan pada tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an tersebut, hingga kini masih terjaga oleh Satuan Pangkalan Angkatan Udara di Lombok.

Berikut ini adalah perjalanan sejarah kronologis dari keberadaan rumah pasanggerahan Sesaot di Lombok Barat itu :

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

Nasional
Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

Nasional
Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

Nasional
Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

Nasional
Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

Nasional
Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

Nasional
Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

Nasional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

Nasional
Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

Nasional
Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

Nasional
Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

Nasional
Kepala Otorita: Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN

Kepala Otorita: Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN

Nasional
KPK Tahan Eks Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim

KPK Tahan Eks Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim

Nasional
Sinyal Kekhawatiran PDI-P di Balik Koalisi Dini Golkar-PAN-PPP

Sinyal Kekhawatiran PDI-P di Balik Koalisi Dini Golkar-PAN-PPP

Nasional
Penampakan Eks Dirjen Kementan Hasanuddin Ibrahim Pakai Rompi Tahanan KPK

Penampakan Eks Dirjen Kementan Hasanuddin Ibrahim Pakai Rompi Tahanan KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.