Kompas.com - 31/05/2016, 20:08 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Perubahan Hukum Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), Khotimun Sutanti menyatakan, pemerintah belum serius menangani tindak kejahatan seksual yang marak terjadi belakangan ini.

Hal itu ditandai dengan tidak adanya fasilitas visum khusus korban kekerasan seksual di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"Coba bayangkan, fasilitas visum gratis korban kekerasan seksual hanya ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, bayangkan korban harus antri berapa lama, belum lagi dia dalam keadaan terpukul dan butuh penanganan cepat," tulis Khotimun dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2016).

Dia pun menambahkan, tidak adanya fasilitas visum khusus korban kekerasan seksual juga menyulitkan korban yang berada di daerah. Itu pun mereka harus membayar jika tidak terdaftar di BPJS.

"Karena itu sebaiknya Pemerintah mengalokasikan anggarannya untuk mengadakan fasilitas visum khusus korban kekerasan seksual daripada menerapkan hukuman kebiri yang tidak efektif dan membutuhkan dana yang tidak kecil," lanjut Khotimun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu ini memperberat sanksi bagi pelaku kejahatan seksual, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.

Perppu juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik.

Kompas TV Kebiri dan Kekerasan Seksual Tak Nyambung â?? Dua Arah Eps 10 Bag 2.mp4
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.