Presdir Freeport Sebut Setya dan Riza Tak Pantas Bicarakan Perpanjangan Kontrak - Kompas.com

Presdir Freeport Sebut Setya dan Riza Tak Pantas Bicarakan Perpanjangan Kontrak

Kompas.com - 03/12/2015, 14:38 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin bersama jajarannya mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2015). Rapat mengkritik berbagai hal termasuk nota kesepahaman yang baru disepakati terkait renegosiasi kontrak antara pemerintah Indonesia dan Freeport.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengaku lebih banyak menjadi pendengar saat bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid di sebuah hotel di kawasan Pacific Place, Jakarta, 8 Juni 2015.

"Kalau Yang Mulia dengar rekaman itu, saya jadi pendengar saja. Asyik sekali. Tak pantas pembicaraan itu dibicarakan di sini," kata Maroef saat bersaksi di Mahkamah Kehormatan Dewan, Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Maroef menilai pembicaraan tersebut sudah tidak fokus dan melebar ke mana-mana. Dia juga mengakui adanya pembicaraan soal saham PT Freeport hingga saham sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air.

"Harusnya kalau bicara bisnis, ya bisnis saja. Kalau perpanjangan kontrak, ya perpanjang kontrak saja," ucapnya.

Maroef merasa tidak tahan dengan pembicaraan yang sudah melebar itu. Dia akhirnya mengambil inisiatif untuk menyudahi pertemuan.

"Kalau Yang Mulia dengar di rekaman terakhir, saya bilang, 'Terima kasih, Pak, waktunya.' Itu karena saya mau menghentikan pembicaraan. Tak pantas ini dibicarakan oleh Ketua DPR dan pengusaha," ucapnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya

Ini Topik yang Dibicarakan Presiden Jokowi dengan PM Abe

Ini Topik yang Dibicarakan Presiden Jokowi dengan PM Abe

Nasional
Ada Pipa Pecah, Pasokan Air PDAM Sejumlah Wilayah di Depok Terganggu

Ada Pipa Pecah, Pasokan Air PDAM Sejumlah Wilayah di Depok Terganggu

Megapolitan
Wakil Kepala Keamanan Siber Ini Mengaku Tak Pernah Pakai Komputer

Wakil Kepala Keamanan Siber Ini Mengaku Tak Pernah Pakai Komputer

Internasional
Jatuh dari Rumah Panggung saat Banjir, Anak Balita Ditemukan Tewas

Jatuh dari Rumah Panggung saat Banjir, Anak Balita Ditemukan Tewas

Regional
Tanggapi Megawati, Sandiaga Kirim Dokumen Visi, Misi, dan Program Kerja ke Kubu Jokowi-Ma'ruf

Tanggapi Megawati, Sandiaga Kirim Dokumen Visi, Misi, dan Program Kerja ke Kubu Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Sanksi Administrasi Pajak Dihapus, Jaktim Targetkan Rp 2,7 Triliun dari PKB dan BBN-KB

Sanksi Administrasi Pajak Dihapus, Jaktim Targetkan Rp 2,7 Triliun dari PKB dan BBN-KB

Megapolitan
Tower Provider Setinggi 30 Meter Tumbang Nyaris Mengenai Warga

Tower Provider Setinggi 30 Meter Tumbang Nyaris Mengenai Warga

Regional
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Ditahan

Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Ditahan

Regional
Pemprov DKI Sediakan Lahan Parkir Motor bagi Pengunjung Bundaran HI

Pemprov DKI Sediakan Lahan Parkir Motor bagi Pengunjung Bundaran HI

Megapolitan
Hampir 60 Persen Warga AS Tak Ingin Donald Trump Terpilih Kembali

Hampir 60 Persen Warga AS Tak Ingin Donald Trump Terpilih Kembali

Internasional
Sandiaga: Mudah-mudahan Pak Agung Cocok sama Ruangan Wagub DKI

Sandiaga: Mudah-mudahan Pak Agung Cocok sama Ruangan Wagub DKI

Megapolitan
Dalam Setahun, 2.000 Lebih Pasutri di Jombang Cerai

Dalam Setahun, 2.000 Lebih Pasutri di Jombang Cerai

Regional
Saat Aung San Suu Kyi Tak Disambut Hangat di KTT Asean

Saat Aung San Suu Kyi Tak Disambut Hangat di KTT Asean

Internasional
KPK Juga Minta Keterangan Budi Mulya Terkait Kasus Bank Century

KPK Juga Minta Keterangan Budi Mulya Terkait Kasus Bank Century

Nasional
Pengamat Otonomi Daerah Usul Pembentukan Dewan Kawasan Ibu Kota Negara ke Wapres

Pengamat Otonomi Daerah Usul Pembentukan Dewan Kawasan Ibu Kota Negara ke Wapres

Nasional

Close Ads X