Kompas.com - 12/09/2015, 17:15 WIB
Setya Novanto, Fadli Zon, dan sejumlah anggota DPR RI lain berdiri di belakang Trump, sesekali turut bertepuk tangan. Getty via BBC IndonesiaSetya Novanto, Fadli Zon, dan sejumlah anggota DPR RI lain berdiri di belakang Trump, sesekali turut bertepuk tangan.
EditorSandro Gatra

Dalam rilisnya, Donald Trump Jr dari Trump Hotel Colection menuturkan, proyek Trump Hotel dan MNC Group yang kesepakatannya ditandatangani 19 Agustus 2015 itu akan spektakuler. Pasalnya, proyek tersebut akan menghadirkan lapangan golf Trump yang pertama di Asia dan terintegrasi dengan fasilitas hiburan, rekreasi, kesehatan, hotel dan tempat tinggal.

Hary Tanoesoedibjo menambahkan, area seluas 3.000 hektar itu akan menjadi resor yang terintegrasi dengan kemudahan akses tol Bogor-Ciawi-Sukabumi yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

"MNC Group akan mereposisi dan menjadikan Lido Lakes menjadi kawasan kebanggaan Indonesia," tutur Hary.

Rekreasi

Abdullah telah mendengar bahwa di daerahnya akan dibangun pusat rekreasi. "Kabarnya mau dibangun pusat wisata air, seperti di Ancol. Pengerjaannya sudah dimulai," katanya.

Pantauan Kompas, pembangunan lokasi wisata yang dimaksud Abdullah itu sudah dimulai. Tanah-tanah sudah dikeruk. Di area pengerukan itu dipasang pengumuman larangan melintas bagi yang tidak berkepentingan.

Namun, warga Wates Jaya masih dibolehkan menggunakan jalan milik Lido untuk menuju desa tetangga. Para pedagang asongan juga masih berdagang di dalam lahan Lido yang kerap di jadikan tempat rekreasi pasangan muda-mudi.

Abdullah menyadari, rumahnya bisa saja sewaktu-waktu ditawar oleh perusahaan untuk alasan pembangunan.

"Kami pasrah saja. Sulit juga kami melawan kalau berhadapan dengan orang besar," tuturnya dengan pandangan menerawang.

Saat menyampaikan hal itu, Abdullah mungkin belum memahami kaitan antara proyek di daerahnya dan Trump Hotel Collection. Dia mungkin juga tidak terlalu mengikuti polemik terkait dengan pertemuan antara Donald Trump dan Setya Novanto yang, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya, difasilitasi oleh Hary Tanaoesoedibjo, yang kemudian diikuti oleh kehadiran Setya dan sejumlah rekannya dalam jumpa pers politik Donald Trump?

Namun, rakyat kecil seperti Abdullah dan Muhammad Dari punya mata hati yang tak bisa dikelabui. (B04/AGE)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X