Kompas.com - 05/07/2015, 11:52 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Teuku Riefky Harsya (kiri) dan sejumlah kader Partai Demokrat di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional IMDI di Jakarta, Jumat (24/4/2015). Kader muda Partai Demokrat yang bergabung dalam IMDI mendukung Yudhoyono menjadi ketua umum periode 2015-2020. KOMPAS/ALIF ICHWANKetua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Teuku Riefky Harsya (kiri) dan sejumlah kader Partai Demokrat di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional IMDI di Jakarta, Jumat (24/4/2015). Kader muda Partai Demokrat yang bergabung dalam IMDI mendukung Yudhoyono menjadi ketua umum periode 2015-2020.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Partai Demokrat melanjutkan rangkaian acara rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Jakarta Convention Center, Minggu (5/7/2015) siang. Untuk hari kedua ini, Demokrat akan melakukan seleksi calon kepala daerah.

"Hari ini ada dua acara, yaitu majelis tinggi Pak SBY dan DPP pusat (melakukan) seleksi melihat calon-calon gubernur yang maju," ujar Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul di sela-sela acara, Minggu.

Selain calon gubernur, Partai Demokrat juga akan melakukan seleksi terkait pasangan bupati dan wali kota yang akan diusung dalam pilkada serentak pada Desember 2015.

Ruhut menuturkan, partainya tetap terbuka mendukung calon mana pun. Namun, dia menegaskan, pihaknya akan lebih memprioritaskan kader asli partai untuk didukung maju.

Ruhut mengatakan, Partai Demokrat melakukan seleksi ketat dengan mengukur tingkat elektabilitas dari masing-masing bakal calon. Demokrat hanya akan mendukung pasangan calon yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Kami ingatkan maju untuk menang, kalau nggak menang, ya sudahlah nggak usah maju. Hampir semua partai juga minta berpasangan dengan kami, mungkin karena elektabilitas SBY semakin baik," ucap Ruhut.

Partai Demokrat sebelumnya menyatakan membebaskan kadernya untuk berkoalisi dengan kelompok mana pun saat pelaksanaan pilkada serentak mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menuturkan, posisi Partai Demokrat, yang saat ini menyebut dirinya sebagai partai penyeimbang, membuat lebih leluasa memilih Koalisi Merah Putih atau Koalisi Indonesia Hebat.

"Partai Demokrat itu partai penyeimbang dan oleh karena itu kita non-block. Kami berikan kebebasan untuk kader di daerah secara emosional menjajaki koalisi yang tepat," kata Ibas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Lebih dari 100 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kemenkes: Lebih dari 100 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Nasional
Said Aqil Siradj Nyatakan Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Said Aqil Siradj Nyatakan Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Nasional
Puspenerbal Kini Miliki 2 Helikopter Latih Bell 505 Generasi Terbaru

Puspenerbal Kini Miliki 2 Helikopter Latih Bell 505 Generasi Terbaru

Nasional
Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin

Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin

Nasional
Soal Pemberian 3 Ton Jeruk dari Warga Karo untuk Jokowi, Ini Kata KPK

Soal Pemberian 3 Ton Jeruk dari Warga Karo untuk Jokowi, Ini Kata KPK

Nasional
Sistem Merit LAN Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari KASN

Sistem Merit LAN Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari KASN

Nasional
Dukung RUU TPKS, Fraksi PAN: Momentum Negara Hadir Menindak Pelaku Kekerasan Seksual

Dukung RUU TPKS, Fraksi PAN: Momentum Negara Hadir Menindak Pelaku Kekerasan Seksual

Nasional
Kementerian KP Akan Tingkatkan Fasilitas Produksi Kampung Budi Daya Ikan Patin di Lebak

Kementerian KP Akan Tingkatkan Fasilitas Produksi Kampung Budi Daya Ikan Patin di Lebak

Nasional
Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Nasional
Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Nasional
Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Nasional
6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

Nasional
Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Nasional
UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

Nasional
Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.