Kompas.com - 27/06/2015, 10:20 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Yenti Garnasih, mengatakan bahwa salah satu kriteria yang menjadi pertimbangan Pansel terhadap peserta seleksi adalah karakter psikologis. Menurut dia, hal tersebut mencakup cara berkomunikasi dan gerak tubuh, atau gesture.

"KPK dibangun dengan susah payah, jangan sampai runtuh hanya gara-gara gesture pimpinan KPK saat di hadapan media," ujar Yenti saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2015).

Menurut Yenti, cara berkomunikasi dan gesture yang salah dari para pimpinan KPK bisa jadi memengaruhi cara pandang orang lain sehingga menjadi negatif dan menimbulkan kebencian. [Baca: Pendapat Pansel soal Keterwakilan Polri dan Kejaksaan di Komposisi Pimpinan KPK]

Misalnya, sebut Yenti, saat mengumumkan penetapan tersangka, atau hal-hal yang dianggap sensitif, pimpinan KPK dituntut untuk menyampaikan informasi dengan obyektif tanpa terkesan adanya suatu sikap diskriminatif.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Yenti mengatakan, Pansel KPK akan melibatkan psikolog dalam menyeleksi calon-calon pimpinan KPK.

Beberapa tahapan seleksi juga diutamakan untuk mengetahui kepribadian dan karakter individu masing-masing calon.

"Nantinya peserta seleksi juga akan diminta untuk mendeskripsikan diri mereka sendiri. Pimpinan KPK memang harus berani, tetapi gesture dan kepribadian juga harus disesuaikan," kata Yenti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.