Sehari Jelang Sidang Praperadilan Komjen Budi Gunawan, PN Jaksel Sepi Penjagaan

Kompas.com - 01/02/2015, 23:24 WIB
Komisaris Jenderal Budi Gunawan hadir dalam sidang paripurna penetapan calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri meski Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Komisaris Jenderal Budi Gunawan hadir dalam sidang paripurna penetapan calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri meski Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com- Komisaris Jendral Budi Gunawan (BG) mengajukan pra-peradilan penetapan tersangka dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sidang pra-peradilan tersebut akan dilakukan Senin (2/2/2015), besok, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pantauan Tribunnews.com, hari ini meski hari libur namun di PN Jakarta Selatan di Jalan Ampera Raya Nomor 133, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, itu tampak sejumlah orang berada di pintu masuk lobi pengadilan.

Selain itu tampak juga beberapa mobil dinas terparkir tepat di pintu masuk.

Dua gerbang menuju gedung pengadilan terkunci rapat. Tidak ada satu pun petugas yang berjaga di pos keamanan.

Sementara itu sama seperti hari-hari sebelumnya rumah dinas Budi Gunawan di Jalan Tirtayasa VII Nomor 28, Kebayoran Baru, Jakarta, dijaga puluhan aparat kepolisian.

Di antara mereka tampak sejumlah aparat mengenakan seragam hitam khas pasukan Brimob. Tampak juga beberapa kendaraan di sekitar rumah jenderal bintang tiga tersebut.

Satu mobil truk polisi berada di pinggir jalan, satu mobil dinas di pelataran kantor Kompolnas yang tepat bersebelahan dengan rumah BG, dan sedan hitam di pelataran parkir rumah.

Saat ditanya mengenai aktivitas BG, para polisi yang berjaga tersebut mengaku tidak tahu. Begitu juga ketika ditanya apakah BG berada di rumah dinasnya atau berada rumah Pribadinya di Jalan Duren Tiga Barat VI No.21 RT 5/2, Pancoran, Jakarta, mereka hanya menggelengkan kepala.

"Saya tidak tahu apa-apa," ujar salah satu polisi.

Budi Gunawan Sendiri pada Jumat lalu, mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa atas kepemilikan rekening gendut. Aliran duit ke rekening BG terjadi saat dirinya menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Polri pada rentang 2003-2006. Kita lihat apakah saat mempraperadilankan KPK, BG akan hadir? (Taufik Ismail)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

Nasional
Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Nasional
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Nasional
DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Nasional
RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

RUU Perampasan Aset: Dibutuhkan tetapi Tak Kunjung Disahkan

Nasional
Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Jokowi: Anggaran Jangan Diecer-ecer Sehingga Manfaatnya Tak Dirasakan Rakyat

Nasional
Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Isu Reshuffle, Demokrat Ingatkan Pembantu Presiden Tak Utamakan Syahwat Politik

Nasional
Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Mahfud MD Ingatkan Kepala Daerah Hindari Perilaku Koruptif

Nasional
Jokowi Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Memperlambat Investasi

Jokowi Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Memperlambat Investasi

Nasional
Saat Pimpinan dan Anggota DPR Jadi Relawan Penelitian Vaksin Nusantara

Saat Pimpinan dan Anggota DPR Jadi Relawan Penelitian Vaksin Nusantara

Nasional
Vaksin Nusantara Diklaim Karya Anak Bangsa, tetapi Komponennya Impor

Vaksin Nusantara Diklaim Karya Anak Bangsa, tetapi Komponennya Impor

Nasional
BPOM: Komponen Utama Pembuatan Vaksin Nusantara Diimpor dari Amerika Serikat

BPOM: Komponen Utama Pembuatan Vaksin Nusantara Diimpor dari Amerika Serikat

Nasional
Jokowi Minta Kepala Daerah yang Baru Terpilih Bekerja dengan Cepat

Jokowi Minta Kepala Daerah yang Baru Terpilih Bekerja dengan Cepat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X