Interupsi, Anang Hermansyah Curhat soal Ditanya Anak Kenapa DPR Ribut Terus

Kompas.com - 04/11/2014, 12:53 WIB
Anggota DPR RI periode 2014-2019 Anang Hermansyah (kanan) mengikuti pelantikan anggota DPR RI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2014). Hari ini 560 anggota DPR RI periode 2014-2019 melakukan sumpah jabatan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAAnggota DPR RI periode 2014-2019 Anang Hermansyah (kanan) mengikuti pelantikan anggota DPR RI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2014). Hari ini 560 anggota DPR RI periode 2014-2019 melakukan sumpah jabatan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anang Hermansyah, melontarkan interupsi dalam rapat paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014). Inilah kali pertama bagi Anang melakukan interupsi dan berbicara dalam forum paripurna.

Anang mengawali interupsinya dengan memperkenalkan diri. Saat anggota dari daerah pemilihan Jawa Timur IV tersebut interupsi, suasana paripurna tenang.

"Saya cuma mau mempertanyakan, kenapa di Komisi X, ekonomi kreatif ditiadakan? Saya sangat menyayangkan," kata Anang.

Interupsi Anang itu sesuai dengan agenda rapat paripurna yang membahas dan akan menetapkan mitra kerja semua komisi di DPR.

Menurut Anang, ekonomi kreatif merupakan sektor penting dan harus menjadi mitra kerja DPR, khususnya pada Komisi X. Anang menyampaikan bahwa bidang ekonomi kreatif telah memberikan masukan luar biasa untuk ekonomi Indonesia.

Ia mencatat, sejak 2013, bidang ekonomi kreatif berhasil menyumbang Rp 641 triliun ditambah hasil ekspor, dan mampu menyedot sekitar 12 juta tenaga kerja. Atas dasar itu, Anang meminta agar bidang ekonomi kreatif mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan DPR. (Baca: Jokowi Akan Bentuk Badan Ekonomi Kreatif)

Ia juga meminta adanya fokus perhatian terhadap penuntasan berbagai pelanggaran terkait hak cipta industri ekonomi kreatif.

"Ini harus segera disampaikan kepada publik, kalau bisa langsung ke Presiden (Joko Widodo)," ujarnya.

Selain isu mengenai mitra kerja DPR, Anang juga menyampaikan pendapatnya terkait masalah yang membuat DPR terbelah. Ia berharap, pimpinan DPR dan pimpinan semua fraksi dapat kembali menggelar rapat konsultasi agar semua permasalahan selesai, dan DPR dapat bekerja secara efektif.

"Banyak sekali pertanyaan mengenai DPR kita. Semua (anggota DPR) juga pasti ditanya oleh anak dan istrinya. Saya juga ditanya anak saya yang masih berusia 15 tahun," kata Anang.

"Ini kok DPR ribut terus, kapan pipi (ayah) mau kerja?" tambah Anang menirukan pertanyaan anaknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Nasional
Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Nasional
Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Nasional
Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nasional
KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

Nasional
Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Nasional
Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Nasional
Imigrasi Tunggu Permintaan Satgas Covid-19 soal Penutupan Akses Masuk ke RI

Imigrasi Tunggu Permintaan Satgas Covid-19 soal Penutupan Akses Masuk ke RI

Nasional
Pemerintah Berencana Perketat Syarat WNI ke Luar Negeri

Pemerintah Berencana Perketat Syarat WNI ke Luar Negeri

Nasional
Arteria Minta Kajati Berbahasa Sunda Diganti, TB Hasanuddin: Berlebihan, Anggota DPR Jangan Arogan

Arteria Minta Kajati Berbahasa Sunda Diganti, TB Hasanuddin: Berlebihan, Anggota DPR Jangan Arogan

Nasional
Temui Wapres, Wiranto Sebut Wantimpres Akan Beri Nasihat soal Pemindahan Ibu Kota

Temui Wapres, Wiranto Sebut Wantimpres Akan Beri Nasihat soal Pemindahan Ibu Kota

Nasional
Kejagung Geledah 2 Kantor PT DNK, Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Kejagung Geledah 2 Kantor PT DNK, Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Nasional
Deretan Kebijakan Kontradiktif Pemerintah, Imbau Waspada Omicron tapi Tak Ada Pengetatan

Deretan Kebijakan Kontradiktif Pemerintah, Imbau Waspada Omicron tapi Tak Ada Pengetatan

Nasional
'Nusantara' untuk Siapa?

"Nusantara" untuk Siapa?

Nasional
RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR, Anggota Baleg: Perjuangan Belum Berakhir

RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR, Anggota Baleg: Perjuangan Belum Berakhir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.