Kompas.com - 15/10/2014, 20:20 WIB
Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Anies Baswedan sesaat sebelum memulai rapat di Rumah Transisi, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). KOMPAS.COM/RAHMAT FIANSYAHDeputi Tim Transisi Jokowi-JK, Anies Baswedan sesaat sebelum memulai rapat di Rumah Transisi, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mendapatkan dukungan tertinggi sebagai kandidat Menteri Pendidikan pada kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dukungan itu disampaikan melalui situs Kabinetrakyat.org.

Hingga hari ini, Rabu (15/10/2014), Anies mendapatkan 3.603 dukungan. Kandidat lainnya, Azyumardi Azra 392 suara, sementara Yudi Latif 319 suara.

Selama ini, Anies memang diketahui malang melintang dalam dunia pendidikan. Selain seorang rektor, dia juga dikenal sebagai penggagas gerakan Indonesia Mengajar. Anies belum pernah mempunyai pengalaman duduk di lembaga pemerintahan. Namun, peluang terpilihnya cukup kuat karena dia turut menjadi anggota tim kampanye nasional Jokowi-JK pada pemilu presiden lalu.

Setelah keduanya dinyatakan resmi memenangi pemilu, Anies kembali diangkat menjadi salah satu Deputi Tim Transisi.

Sementara Azyumardi Azra, adalah Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2004-2009. Dia menjadi Deputi Sekretaris Wakil Presiden RI Boediono, Bidang Kesejahteraan Rakyat pada tahun 2009.

Adapun Yudi Latif dikenal sebagai seorang cendikiawan muda, pemikir keagamaan dan kenegaraan. Yudi banyak menulis buku dan menjadi dosen tamu di berbagai universitas terkemuka. Yudi juga tercatat sebagai Direktur Eksekutif Reform Institute, sebuah lembaga yang independen yang didedikasikan untuk memperbaharui upaya-upaya pemenuhan hak-hak sipil dan politik; ekonomi, sosial dan budaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aplikasi PeduliLindungi Digunakan untuk Skrining PON XX

Aplikasi PeduliLindungi Digunakan untuk Skrining PON XX

Nasional
HQR Code Sertifikat Vaksin Tak Terbaca di Saudi, Kemenkes: Masih Proses Integrasi

HQR Code Sertifikat Vaksin Tak Terbaca di Saudi, Kemenkes: Masih Proses Integrasi

Nasional
Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Kebebasan Berpendapat Harus Beretika

Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Kebebasan Berpendapat Harus Beretika

Nasional
Anggota Komisi I Minta Kemenkominfo Segera Tutup Konten Penghinaan Agama dan Ras di Internet

Anggota Komisi I Minta Kemenkominfo Segera Tutup Konten Penghinaan Agama dan Ras di Internet

Nasional
Laporkan Haris dan Fatia atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Luhut Dinilai Tak Beritikad Baik

Laporkan Haris dan Fatia atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Luhut Dinilai Tak Beritikad Baik

Nasional
Haris Azhar Dilaporkan Luhut, Kuasa Hukum: Klien Kami Akan Selalu Bersikap Ksatria

Haris Azhar Dilaporkan Luhut, Kuasa Hukum: Klien Kami Akan Selalu Bersikap Ksatria

Nasional
KJRI: Booster Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Mutlak Masuk Arab Saudi

KJRI: Booster Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Mutlak Masuk Arab Saudi

Nasional
Jokowi Sebut TWK Tak Boleh Merugikan, tetapi 56 Pegawai KPK Dipecat Tanpa Pesangon

Jokowi Sebut TWK Tak Boleh Merugikan, tetapi 56 Pegawai KPK Dipecat Tanpa Pesangon

Nasional
Politisi PDI-P Sebut Ada Pihak yang Dorong RI Gabung AUKUS Terkait Laut China Selatan

Politisi PDI-P Sebut Ada Pihak yang Dorong RI Gabung AUKUS Terkait Laut China Selatan

Nasional
Kuasa Hukum Sesalkan Langkah Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia ke Polisi

Kuasa Hukum Sesalkan Langkah Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia ke Polisi

Nasional
Hasil Survei: Ada 12,3 Responden Tak Puas dengan Proses Vaksinasi, Paling Banyak Keluhkan Antrean

Hasil Survei: Ada 12,3 Responden Tak Puas dengan Proses Vaksinasi, Paling Banyak Keluhkan Antrean

Nasional
Jokowi: Banyak Konflik Agraria Berlangsung Sangat Lama, 40 Tahun Tak Selesai

Jokowi: Banyak Konflik Agraria Berlangsung Sangat Lama, 40 Tahun Tak Selesai

Nasional
Jokowi: Vaksin dan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Pengendalian Covid-19

Jokowi: Vaksin dan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Pengendalian Covid-19

Nasional
Hasil Survei: 2,3 Persen Responden Dapat Vaksin Booster, 0,2 Persen Bukan Nakes

Hasil Survei: 2,3 Persen Responden Dapat Vaksin Booster, 0,2 Persen Bukan Nakes

Nasional
Pemerintah Siapkan Dua Kawasan Industri Halal di NTB

Pemerintah Siapkan Dua Kawasan Industri Halal di NTB

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.