Muhaimin: Jokowi Sabar, Santun, Pokoknya NU Bangetlah

Kompas.com - 03/06/2014, 19:37 WIB
Pasangan capres dan cawapres dari poros PDIP, Jokowi-Jusuf Kalla berfoto bersama dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Ketua Dewan Syuro PKB, Azis Mansyur (kanan), dan Wakil Ketua Umum PKB, Rusdi Kirana (kiri), saat acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alim Ulama PKB, di Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Silatnas yang dihadiri sejumlah alim ulama PKB dan NU se-Indonesia ini digelar untuk memaparkan visi dan misi serta strategi pemenangan pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Jusuf Kalla. TRIBUNNEWS/HERUDINPasangan capres dan cawapres dari poros PDIP, Jokowi-Jusuf Kalla berfoto bersama dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Ketua Dewan Syuro PKB, Azis Mansyur (kanan), dan Wakil Ketua Umum PKB, Rusdi Kirana (kiri), saat acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alim Ulama PKB, di Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Silatnas yang dihadiri sejumlah alim ulama PKB dan NU se-Indonesia ini digelar untuk memaparkan visi dan misi serta strategi pemenangan pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Jusuf Kalla.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa calon presiden Joko Widodo memiliki sikap yang sama dengan kader Nahdlatul Ulama, yakni sabar dan santun.

"Hari ini yang sabar, insya Allah hanya Jokowi. Beliau tidak emosian dan santun. Pokoknya NU bangetlah. Komunikatif, santun, tidak arogan, tidak suka kekerasan," katanya saat memberikan sambutan dalam acara silatnas alim ulama PKB di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Menurut dia, pemimpin Indonesia di masa datang haruslah figur yang sabar dalam menjalankan demokrasi. Ia mencontohkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang bersikap sabar sehingga berhasil mengelola demokrasi. Dengan begitu, kata Cak Imin, Indonesia tidak terjebak pada kesalahan yang dilakukan Mesir, Thailand, dan negara-negara demokrasi baru lainnya.

Selain itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu juga mengatakan, pemimpin Indonesia ke depan juga membutuhkan dukungan penuh rakyat. Dukungan rakyat, kata Muhaimin, hanya bisa didapatkan oleh pemimpin yang tidak menjaga jarak dengan rakyat. "Kami percaya Jokowi-JK pemimpin yang tidak menjaga jarak dengan rakyat," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua Badan Pengkajian MPR: Tak Ada Kajian soal Perubahan Masa Jabatan Presiden

Ketua Badan Pengkajian MPR: Tak Ada Kajian soal Perubahan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Kemendikbud Ristek: Kebijakan PTM Terbatas Disesuaikan Kondisi Daerah

Kemendikbud Ristek: Kebijakan PTM Terbatas Disesuaikan Kondisi Daerah

Nasional
Menantu Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Ini Hal yang Memberatkan

Menantu Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Ini Hal yang Memberatkan

Nasional
Kasus Tes Usap RS Ummi, Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara

Kasus Tes Usap RS Ummi, Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara

Nasional
100 Hari Menuju PON XX Papua, Panitia Siapkan Berbagai Event Menarik

100 Hari Menuju PON XX Papua, Panitia Siapkan Berbagai Event Menarik

Nasional
Hakim Anggap Pernyataan Rizieq Merasa Sehat Saat Dirawat di RS Ummi sebagai Kebohongan

Hakim Anggap Pernyataan Rizieq Merasa Sehat Saat Dirawat di RS Ummi sebagai Kebohongan

Nasional
DIM RUU Otsus Papua Disetujui, DPR dan Pemerinta Bentuk Panja

DIM RUU Otsus Papua Disetujui, DPR dan Pemerinta Bentuk Panja

Nasional
Vaksinasi Indonesia Tertinggal dari Negara Lain, Gus Muhaimin Minta Pemerintah Ajak Tokoh Agama untuk Sosialisasikan

Vaksinasi Indonesia Tertinggal dari Negara Lain, Gus Muhaimin Minta Pemerintah Ajak Tokoh Agama untuk Sosialisasikan

Nasional
Mudahkan Masyarakat Laporkan Pelanggar Etik di KPK, Dewas Luncurkan Aplikasi 'Otentik'

Mudahkan Masyarakat Laporkan Pelanggar Etik di KPK, Dewas Luncurkan Aplikasi "Otentik"

Nasional
Polri Minta Maaf atas Perbuatan Briptu Nikmal Perkosa Remaja di Mapolsek

Polri Minta Maaf atas Perbuatan Briptu Nikmal Perkosa Remaja di Mapolsek

Nasional
Briptu Nikmal Idwar, Polisi Pemerkosa Remaja di Maluku Utara Akan Dipecat

Briptu Nikmal Idwar, Polisi Pemerkosa Remaja di Maluku Utara Akan Dipecat

Nasional
Ini Hal yang Memberatkan Vonis terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap RS Ummi

Ini Hal yang Memberatkan Vonis terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap RS Ummi

Nasional
Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Nasional
Pemerintah Hong Kong Kategorikan Situasi Pandemi Covid-19 Indonesia seperti India

Pemerintah Hong Kong Kategorikan Situasi Pandemi Covid-19 Indonesia seperti India

Nasional
Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Rizieq Banding

Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Rizieq Banding

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X