PDI-P Sulit Menjawab Kapan SBY-Megawati Rekonsiliasi

Kompas.com - 09/05/2014, 17:06 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan dengan mantan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri usai acara memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR), Jakarta, Selasa (1/6/2010). Pada 1 Juni 1945 Bung Karno menyampaikan pidato tentang dasar-dasar bernegara yang kemudian diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila.  KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan dengan mantan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri usai acara memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR), Jakarta, Selasa (1/6/2010). Pada 1 Juni 1945 Bung Karno menyampaikan pidato tentang dasar-dasar bernegara yang kemudian diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah memberikan sinyal kuat untuk membuka kembali komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri. Namun, PDI-P masih sulit menjawab kapan SBY dan Megawati akan kembali bertemu dan membahas koalisi.

"Pertanyaannya angel-angel banget ini, sulit dijawabnya," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Sidarto Danusubroto saat dihubungi, Jumat (9/5/2014).

Sidarto mengatakan bahwa sebenarnya PDI-P terus membuka komunikasi dengan banyak partai. Ia menilai wajar saja jika Demokrat berupaya mendekati partai berlambang kepala banteng tersebut. "Perkara nanti jadi koalisi atau tidak, itu soal belakangan," ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut.

Sidarto tidak setuju istilah rekonsiliasi digunakan untuk menggambarkan hubungan antara SBY dan Megawati. Menurut dia, tidak ada persoalan antara dua pimpinan partai itu. "Kayak mau perang saja. Enggak ada masalah," ucap Sidarto.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah ke situs Youtube, SBY mengungkapkan keinginannya berkomunikasi dengan Megawati. Dia berharap komunikasi dengan Megawati bisa terjadi seperti halnya komunikasi yang ia lakukan dengan tokoh-tokoh partai politik lain.

"Saya ini ingin berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk dengan Ibu Megawati, sepanjang komunikasi itu berlangsung dengan baik, berangkat dari niat yang baik pula, dan semuanya tentu untuk kepentingan bangsa dan negara. Terlebih ketika kita sedang memikirkan siapa pemimpin bangsa yang akan datang. Komunikasi seperti itu diperlukan," kata SBY dalam video yang diunggah pada Jumat (25/4/2014).

Presiden mengatakan, sebenarnya dalam satu minggu ini dirinya telah menjalin komunikasi dengan pimpinan partai atau tokoh-tokoh nasional untuk saling bertukar pikiran. Oleh karena itu, jika dimungkinkan, ia ingin berkomunikasi secara baik dengan Megawati sebagaimana komunikasi dengan yang lain.

"Tidak harus menyatu dalam satu kubu, tapi paling tidak kita semua menyadari diperlukan kebersamaan dan kemitraan yang baik di antara elemen bangsa, di antara pemimpin bangsa untuk rakyat kita, dan untuk masa depan bangsa dan negara kita," kata SBY.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X