Jokowi Minta Surya Paloh Lakukan Serangan Udara

Kompas.com - 02/05/2014, 21:11 WIB
Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo (kanan) menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014). Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas Pilpres 2014. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOBakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo (kanan) menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014). Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas Pilpres 2014.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, meminta Ketua Umum DPP Partai Nasdem yang juga pemilik Media Group, Surya Paloh, untuk segera melakukan serangan udara. Hal itu dikatakan Jokowi saat melakukan pertemuan dengan Surya, di kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2014).

"Serangan udara jangan menunggu-nunggu waktu. Kalau bisa hari ini, sore ini, serangan udara harus sudah mulai. Jangan nunggu-nunggu lagi," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, serangan udara perlu segera dilakukan mengingat semakin sempitnya waktu menjelang pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 9 Juli mendatang. Ia juga meminta tim pemenangannya untuk mempersiapkan isu-isu untuk mendongkrak citranya.

"Ini permintaan pribadi saya lho," kata Gubernur DKI Jakarta itu, disambut tawa oleh Surya Paloh.

Selain itu, dia juga meminta agar serangan darat dilakukan baik dari tim PDI-P, Partai Nasdem, maupun para relawan yang pro-Jokowi. Jokowi berharap berbagai serangan itu efektif sehingga mengantarkan dirinya menjadi presiden 2014-2019.

"Ini tinggal 60 hari. Jadi ini sudah tidak perlu ada rapat-rapat lagi. Besok semuanya langsung aksi, kerja. Yang udara masuk serangan udara, yang darat masuk serangan darat, kalau ada laut, kita masuk serangan laut," tandasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

Nasional
Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Kini 125.396, Bertambah 1.893

UPDATE: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Kini 125.396, Bertambah 1.893

Nasional
Wapres Minta Pesantren Berkembang Sesuai Tantangan Zaman

Wapres Minta Pesantren Berkembang Sesuai Tantangan Zaman

Nasional
Kelompok Begal Pukul Kepala Orang Pacaran dengan Martil, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Kelompok Begal Pukul Kepala Orang Pacaran dengan Martil, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

Nasional
Pimpinan dan Baleg DPR Diminta Cek Putusan MK Sebelum Sahkan RUU Cipta Kerja

Pimpinan dan Baleg DPR Diminta Cek Putusan MK Sebelum Sahkan RUU Cipta Kerja

Nasional
Kans Prabowo Pada Pemilu 2024 di Tengah Desakan Kader...

Kans Prabowo Pada Pemilu 2024 di Tengah Desakan Kader...

Nasional
Prabowo Kembali Jadi Ketum, Pengamat: Gerindra Masih Kurang Percaya Diri

Prabowo Kembali Jadi Ketum, Pengamat: Gerindra Masih Kurang Percaya Diri

Nasional
Kemendagri: Pencairan Dana Pilkada dari APBD ke KPU Capai Rp 9,735 Triliun

Kemendagri: Pencairan Dana Pilkada dari APBD ke KPU Capai Rp 9,735 Triliun

Nasional
Gerindra Gelar Kongres, Kehadiran Jokowi-Megawati, hingga Usulan Prabowo Capres 2024

Gerindra Gelar Kongres, Kehadiran Jokowi-Megawati, hingga Usulan Prabowo Capres 2024

Nasional
UPDATE 8 Agustus: 2.277 Kasus Baru Covid-19, 65 Pasien Meninggal, hingga 1.749 Orang Sembuh

UPDATE 8 Agustus: 2.277 Kasus Baru Covid-19, 65 Pasien Meninggal, hingga 1.749 Orang Sembuh

Nasional
Kemensos Tindak Lanjuti Kasus Perkosaan terhadap Perempuan ODGJ di Nunukan

Kemensos Tindak Lanjuti Kasus Perkosaan terhadap Perempuan ODGJ di Nunukan

Nasional
Di Balik Prabowo Kembali Pimpin Gerindra...

Di Balik Prabowo Kembali Pimpin Gerindra...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X