Fadli Zon Sindir Akun Palsu dengan Puisi "Pasukan Nasi Bungkus" - Kompas.com

Fadli Zon Sindir Akun Palsu dengan Puisi "Pasukan Nasi Bungkus"

Kompas.com - 22/04/2014, 17:31 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kecewa terhadap maraknya keberadaan akun-akun siluman di dunia maya. Melalui puisi baru yang dibuatnya, Fadli berharap ada tindakan tegas atas akun yang digunakan untuk menyebarkan fitnah melalui internet tersebut.

"Banyak orang tidak jelas yang membuat cacian. Tidak ada risiko karena identitasnya tidak jelas," kata Fadli saat dihubungi, Selasa (22/4/2014).

Ia menengarai pemilik akun-akun palsu tersebut dibayar untuk membuat komentar di melalui media sosial. Akun tersebut juga digunakan untuk menyebarkan fitnah. Menurut Fadli, fenomena seperti ini hanya ada di Indonesia. "Malaysia enggak, Amerika enggak. Di sini gampang buat akun baru," ujarnya.

Ia menganggap, pembuat akun palsu ini menciptakan sampah visual dengan memuat pesan yang tidak sesuai fakta. Akun tersebut juga dianggap melakukan serangan-serangan pada masa Pemilu 2014.

Fadli berharap ada penertiban terhadap akun-akun di internet sehingga pengguna internet di Indonesia tidak menyalahgunakannya.

Melalui puisi berjudul "Pasukan Nasi Bungkus", Fadli yang beberapa kali menggubah puisi berbau politis itu menyindir para pemilik akun palsu tersebut. Istilah "Pasukan Nasi Bungkus" atau "Panasbung" sering dikaitkan dengan akun bayaran yang dikerahkan untuk menjatuhkan orang lain di internet. Berikut petikan puisi tersebut.

Pasukan Nasi Bungkus

Kami pasukan nasi bungkus
Laskar cyber pejuang di belakang komputer
Senjata kami Facebook dan Twitter
Menyerang lawan tak pernah gentar
Patuh setia pada yang bayar

Kami pasukan nasi bungkus
Hidup dari cacian dan fitnah harian
Tetap gagah bertopeng relawan
Tak kenal menyerah selalu melawan
Identitas diri jarang ketahuan

Kami pasukan nasi bungkus
Punya sejuta akun siluman
Bagai pedang terhunus
Siap menghujam setiap orang

Kami pasukan nasi bungkus
Tak takut dosa apalagi neraka
Kami bisa tertawa di balik luka
Demi sebungkus nasi dan kiriman pulsa


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X