Lihat Kondisi Sawah, Presiden SBY Tinjau Banjir di Karawang

Kompas.com - 21/01/2014, 13:29 WIB
Presiden SBY saat bersilaturrahim dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Sumenep, Rabu (4/12/2013). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPresiden SBY saat bersilaturrahim dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Sumenep, Rabu (4/12/2013).
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melihat dampak banjir di wilayah Karawang dan sekitarnya, Selasa (21/1/2014) siang. Secara spesifik, Presiden ingin melihat kondisi persawahan.

"Nanti saya akan meninjau Karawang dan sekitarnya, melihat seberapa jauh genangan air di sawah-sawah yang akan berimplikasi pada produksi padi kita pada awal tahun ini," kata Presiden saat rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Pagi tadi, Presiden memimpin rapat terbatas membahas penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia. Presiden menginstruksikan kepada jajaran pemerintahan DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan daerah lain untuk bergerak cepat membantu korban bencana di wilayah masing-masing.

Menurut rencana, Presiden SBY akan bertolak ke Sumatera Utara untuk melihat pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung, Kamis (23/1/2014). Adapun Wakil Presiden Boediono telah bertolak ke Sulsel pagi tadi untuk melihat korban banjir bandang.


Seperti diberitakan, lalu lintas di wilayah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Subang, Senin (20/1/2014), lumpuh total. Genangan air setinggi lebih kurang 1 meter di sejumlah lokasi di jalur terpadat di Jawa itu mengakibatkan arus lalu lintas terhenti.

Kemacetan terjadi mulai dari Jatibarang, Indramayu. Kendaraan besar, seperti truk tronton dan trailer, tak bisa melaju karena jalan di Losarang dan Eretan tergenang air lebih kurang 1 meter. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang mulai dari Jatibarang hingga Eretan atau sepanjang 10 kilometer.

Genangan berasal dari luapan air di sawah dan laut. Jarak Eretan dengan laut lebih kurang 5 kilometer. Sawah mulai dari Lohbener, Kandanghaur, hingga Eretan juga terendam. Air melimpah ke jalan raya. Pada saat yang sama, laut pasang membanjiri tambak dan banjir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Nasional
Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan 'Itu Hak Legislasi DPR'

Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan "Itu Hak Legislasi DPR"

Nasional
Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Nasional
Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Nasional
Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Nasional
Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Nasional
Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Nasional
Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Nasional
Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Nasional
Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Nasional
Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Nasional
Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Nasional
Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Nasional
Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X